suplemenGKI.com

Efesus 4:1-6

5 KARAKTER ORANG PERCAYA
Ketika seseorang menjadi bagian dari suatu kelompok masyarakat, tentu orang tersebut memiliki kewajiban untuk hidup sesuai dengan aturan yang ada dalam kelompok tersebut.  Demikian pula kita sebagai warga kerajaan Allah dituntut untuk hidup sesuai dengan apa yang Allah kehendaki.  Pada bagian ini, Paulus mengingatkan jemaatnya untuk hidup sebagaimana orang Kristen seharusnya, secara khusus dalam persekutuannya sebagai anggota tubuh Kristus.

Pertanyaan Penuntun

  • Apa saja lima sifat yang harus dimiliki seseorang yang telah mengaku percaya? (ay. 2-3)
  • Apakah kita sudah memiliki dan mengembangkan masing-masing dari karakter itu?  Karakter manakah yang sudah nyata ada di dalam diri kita?  Dan karakter manakah yang masih belum nyata ada di dalam diri kita?

Renungan
Paulus mengutarakan setidaknya terdapat 5 karakter yang seharusnya dimiliki oleh orang yang sudah sungguh-sungguh menerima Kristus Sang “roti hidup” itu di dalam dirinya.

  1. Rendah hati.  Suatu sifat yang membuat manusia sadar akan ketidaklayakan dirinya sebagai orang yang menerima kasih karunia Allah yang begitu besar.  Orang Kristen yang sejati tentu dapat menyadari siapa dirinya yang adalah seorang yang penuh dengan ketidaklayakan untuk mendapat kasih karunia Allah, tetapi Allah menganugerahkannya.
  2. Lemah lembut.  Dalam kata aslinya, ‘lemah lembut’ menggambarkan keadaan seseorang yang hidupnya sedemikian terkendali oleh Allah.  Ketika ia mungkin ingin marah, tetapi ia akan melakukannya pada waktu yang tepat.  Ia juga tidak akan mungkin melampiaskan kemarahannya tanpa motivasi yang benar.  Seorang yang telah memiliki Kristus dalam hidupnya adalah orang yang terkendali.
  3. Sabar.  Kata ‘sabar’ dalam bahasa aslinya menggambarkan suatu semangat yang ada pada diri seseorang untuk menerima perlakuan dari orang lain seburuk apapun.  Orang yang memiliki Kristus dalam dirinya adalah orang yang mampu menghadapi siapa saja (bahkan orang yang sangat tidak menyenangkan) tanpa menjadi mudah tersinggung atau ingin membalas dendam.
  4. Kasih.  Kata ‘kasih’ yang digunakan adalah agapeAgape adalah kasih yang tidak bersyarat.  Orang yang telah menerima keselamatan dari Allah seharusnya memiliki kasih yang tanpa syarat kepada sesamanya, sehingga ia dimampukan untuk tetap mengasihi sesamanya tanpa terpengaruh respon sesamanya tersebut.
  5. Damai.  Kata ‘damai’ di sini menggambarkan suatu hubungan yang baik dan juga benar dalam relasi antara manusia dengan sesamanya.  Ketika Kristus hadir di dalam kehidupan seseorang, maka damai itu akan segera menjadi nyata melalui diri orang tersebut.

Kelima karakter itu seharusnya nyata ada di dalam hidup seseorang yang telah menerima “roti hidup”.  Mohonlah pada Tuhan agar Ia selalu menolong dan menyempurnakan kita selagi kita terus belajar menyatakan karakter-karakter itu dalam diri kita.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«