suplemenGKI.com

PERSEMBAHAN YANG SEMPURNA

Ibrani 9:11-14

 

Pengantar

Dalam beberapa khotbah minggu terakhir kita melihat bagaimana penulis surat Ibrani memaparkan keunggulan Kristus. Tema tentang superioritas Kristus yang dihadirkan oleh penulis surat Ibrani masih terus berlanjut. Dan dalam kesempatan kali ini, superioritas Kristus masih berkaitan erat dengan Imam Besar, khususnya terkait dengan kualitas korban yang dipersembahkan-Nya.

Pemahaman

-    Apakah keunggulan Kristus sebagai Imam besar?
-    Persembahan apakah yang pernah diberikan Kristus? Dan bagaimana keterkaitannya dengan kehidupan kita?

Sebagai Imam Besar, Kristus lebih superior paling tidak di dalam dua hal. Pertama, tempat pelayanan-Nya. Tempat pelayanan imam besar Harun dan keturunannya adalah kemah Tabernakel yang dibuat oleh tangan manusia menurut perintah Allah (Kel. 31) dengan ukuran yang kecil, sekitar 70 meter persegi (Kel. 26, dengan asumsi 1 hasta = 45cm). Kristus melayani di dalam kemah yang lebih mulia, yang digambarkan sebagai kemah yang lebih besar dan lebih sempurna (ay. 11). Kedua, frekuensi pelayanan-Nya. Berbeda dengan pelayanan seorang imam besar yang harus melakukan pelayanannya secara berulang setiap tahunnya, Kristus melakukan pelayanan-Nya hanya satu kali saja untuk selama-lamanya (ay. 12). Frekuensi pelayanan-Nya ini sangat terkait erat dengan kualitas persembahan yang dibawa-Nya. Imam besar Harun dan keturunannya mendamaikan umat Allah dengan darah domba jantan dan darah anak lembu (Im. 16:6, 15). Pengadaan korban pendamaian semacam ini terus dilakukan secara berulang, menunjukkan ketidaksempurnaan korban yang dipersembahkan itu. Darah domba jantan dan anak lembu itu secara ritual keagamaan diterima sebagai penyucian. Hal ini dipandang penulis surat Ibrani sebagai penyucian lahiriah saja (ay. 13). Sebaliknya, Kristus mendamaikan umat Allah dengan darah-Nya sendiri, darah seorang yang tanpa cacat cela maupun noda karena Kristus bukanlah pribadi yang tercemari dosa. Dengan demikian persembahan Kristus adalah persembahan yang sempurna, sehingga Kristus hanya perlu satu kali saja melakukan pelayanan-Nya sebagai Imam besar. Kesempurnaan korban persembahan Kristus ini juga dapat dilihat dari dampaknya, yaitu bukan hanya menyucikan secara ritual belaka melainkan menyucikan secara spiritual, yaitu menyucikan hati nurani dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia sehingga umat Allah dapat beribadah kepada Allah yang hidup (ay. 14).

Refleksi

Kesempurnaan persembahan Kristus ini telah menyucikan kita secara spiritual. Akan tetapi, adakah kita menjalani hidup ini dengan hati nurani yang murni? Di dalam menyucikan hati nurani kita, Kristus juga telah memberikan persembahan yang sempurna. Apakah kita juga sudah memberikan yang terbaik di dalam pelayanan yang kita lakukan?

Tekad

Doa: Bapa surgawi, tolonglah saya untuk terus hidup dengan hati nurani yang murni di hadapan-Mu, sehingga dapat memberikan yang terbaik di dalam pelayanan saya, amin.

Tindakan

Saya akan mempersiapkan diri dengan lebih baik lagi untuk pelayanan, termasuk ibadah saya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«