suplemenGKI.com

Jumat, 29 Maret 2019

28/03/2019

2 Korintus 5:16-17

HIDUP SEBAGAI CIPTAAN BARU

Pengantar
Korintus adalah salah satu kota yang sangat terkenal pada jaman Perjanjian Baru. Korintus menjadi kota penting terutama karena lokasinya yang strategis. Semua lalu lintas darat, untuk perdagangan atau yang lain, ke arah utara dan selatan harus melewati Korintus. Korintus juga menjadi persinggahan lalu lintas laut internasional. Kapal-kapal dari Italia, Sisilia, dan Spanyol berlayar melintasi Laut Ionia, masuk ke Teluk Korintus, dan berlabuh di pelabuhan laut-dalam Lekheum, kota pelabuhan bagian barat yang dihubungkan dengan Korintus oleh dua tembok yang tidak terputus.

Kota Korintus pada masa itu sangat maju dan modern. Menjadi lalu lintas perdagangan. Dan tentu hal itu membawa dampak positif dan negatif. Dampak positifnya Korintus menjadi kota yang sangat maju. Namun disisi lain Korintus menjadi kota perjumpaan banyak agama dan ajaran filsafat. Jemaat Kristen di kota korintus sangat terpengaruh oleh keadaan ini. Berbagai perilaku amoral di masyarakat sedikit banyak mempengaruhi kehidupan jemaat di Korintus. Melalui surat yang ke-2, Paulus mengingatkan agar jemaat di Korintus memperhatikan sikap hidup mereka agar tidak terjebak pada hal negatif.

Pemahaman

Ayat 16-17           Hal penting apa yang Paulus sampaikan kepada jemaat kristen di Korintus ?

Siapakah yang tidak mengenal Paulus? Sebelumnya dikenal dengan sebutan Saulus. Seorang pemuda yang berasal dari Tarsus. Keturunan Yahudi dan seorang ahli Taurat yang hebat. Dia juga dikenal sebagai penganiaya orang-orang Kristen. Sebuah peristiwa dalam perjalanan ke Damsyik mengubah sosok Paulus yang cinta kekerasan dan penganiaya menjadi seorang pengikut Yesus yang penuh cinta kasih. Paulus mengingatkan jemaat Kristen di kota Korintus bahwa mereka adalah orang-orang yang telah ditebus oleh Kristus. Mereka adalah pengikut Kristus. Mereka tidak bisa membiarkan kehidupan mereka dicemari oleh perbuatan-perbuatan negatif. Itulah sebabnya Paulus mendorong jemaat agar hidup sebagai ciptaan baru. Tidak lagi hidup menurut kedagingan tetapi hidup menurut Kristus.

Oleh karena Kristus, umat telah menjadi ciptaan baru. Paulus mengingatkan jemaat Kristen di Korintus dan juga umat dimasa sekarang agar memperhatikan hal tersebut. Menjadi ciptaan baru berarti menjadi manusia baru. Manusia yang tidak lagi hidup dalam belenggu dosa dan kedagingan tetapi manusia yang memiliki karakter Kristus dan menjadikan Kristus sebagai pusat kehidupannya.

Refleksi
Sudahkah umat dimasa sekarang hidup sebagai ciptaan baru? Ataukah umat masih hidup sebagai orang-orang lama yang terjebak pada hawa nafsu dan kedagingan?

Tekadku
Ya Allah mampukan kami hidup sebagai ciptaan baru. Tolong kami untuk melakukan kehendak-Mu dan setia mengikut Engkau

Tindakanku
Tekun dalam doa, mempelajari firman Allah dan beribadah. Menjauhkan diri dari hal-hal negatif. Membangun komunitas yang positif.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«