suplemenGKI.com

Jumat, 29 Juni 2018

28/06/2018

TELADAN KASIH

2 Korintus 8:1-7

 

Pengantar
Korintus adalah sebuah kota yang memiliki dua pelabuhan yaitu pelabuhan Lekheum dan Kenkrea. Dua pelabuhan tersebut membawa banyak orang ke kota Korintus. Mereka itu meliputi orang yang berpergian, saudagar dan pelaut yang membawa agama dan kekayaan mereka. Oleh sebab itu, kehidupan orang-orang percaya di Korintus tidak dapat dipisahkan dengan kehidupan orang-orang yang belum percaya. Berdasarkan 1 Kor. 6:9-11 diketahui bahwa dulunya mereka hidup sebagai penyembah berhala, melakukan perzinahan dan segala bentuk perbuatan amoral. Sebagian besar dari mereka adalah orang non Yahudi yang tidak berpendidikan (1 Kor. 1:26). Walaupun secara materi dan pendidikan kurang, namun mereka sangat berlimpah secara karunia rohani. Itulah latar belakang jemaat di Korintus yang akan kita renungkan bersama.

Pemahaman

  • Ayat 1-5 : Pesan apakah yang diberikan Paulus kepada jemaat yang ada di Korintus? Apakah yang telah dilakukan oleh jemaat-jemaat yang ada di Makedonia?
  • Ayat 6-7 : Apakah yang dilakukan oleh Paulus untuk menyelesaikan pelayanan kasih yang ada di jemaat Korintus?

Paulus memberitahukan kepada jemaat di Korintus tentang kasih karunia yang dianugerahkan Tuhan kepada jemaat-jemaat yang ada di Makedonia. Paulus juga mendorong mereka untuk mengikuti teladan yang telah dilakukan oleh jemaat di Makedonia. Mereka telah menunjukkan kemurahan hati dengan memberikan dukungan dana kepada orang-orang percaya yang miskin di Yerusalem (Ay. 2-5). Sekalipun jemaat di Makedonia sangat miskin dan sedang menderita berbagai kesulitan dan dalam pencobaan berat (Ay. 2), mereka tetap sukacita untuk memberi. Teladan mereka seharusnya memotivasi jemaat Korintus untuk memberi juga dengan murah hati, apalagi mereka telah menikmati berbagai berkat dari Allah (Ay. 7).

Paulus mendesak Titus untuk mengunjungi jemaat di Korintus supaya dapat segera menyelesaikan pelayanan kasih sebagaimana ia telah memulainya. Titus diutus untuk ke Korintus dengan tugas khusus yaitu mengatur pengumpulan persembahan untuk jemaat di Yerusalem. Iman dan kasih kepada Kristus bukan hanya nyata melalui doa atau ibadah pribadi kita dengan-Nya. Tetapi juga tampak dalam kepedulian kita kepada sesama. Teladan dari jemaat di Makedonia menyadarkan kita bahwa kemiskinan bukanlah alasan untuk tidak menolong orang lain. 

Refleksi
Renungkanlah: Sudahkan saudara terlibat dalam pelayanan kasih bagi sesama di gereja dan masyarakat? Pelayanan kasih bukan hanya untuk mencukupkan keperluan-keperluan orang kudus sehingga terjadi keseimbangan, tetapi juga melimpahkan ucapan syukur.

Tekadku
Ya Tuhan, mampukan saya untuk bisa meneladani kasih-Mu dan meneladani kasih jemaat Makedonia yang menunjukkan kasih melalui kepedulian kami terhadap sesama di mana pun saya berada.

Tindakanku
Hari ini saya akan memberi (meluangkan) waktu saya untuk menghubungi atau mengunjungi saudara, teman atau keluarga saya untuk sharing dan saling mendoakan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«