suplemenGKI.com

Jumat, 29 Juli 2016

28/07/2016

Mengenakan “Manusia Baru”

Kolose 3:5-11

 

Pengantar
Jika orang tua memberikan baju baru kepada anak-anaknya, pasti mereka akan sangat senang. Dengan mengenakan baju baru, mereka mungkin akan terlihat lebih ceria dan bersemangat. Mengenakan sesuatu yang baru pastilah berdampak apalagi bila kita mengenakan manusia baru. Bagaimanakah kehidupan orang-orang yang mengenakan “manusia baru”? Mari kita simak dan cermati bersama-sama.

Pemahaman

  • Pahami dengan sungguh-sungguh Kolose 3:5-11. Apa yang dimaksud dengan “manusia baru” ?
  • Ayat 5-10       : Bagaimanakah kehidupan orang-orang yang mengenakan “manusia baru” ?

Kolose 3:5-11 merupakan lanjutan pembahasan tentang  “mencari dan memikirkan perkara di atas”. Pada ayat 1-4 kita melihat bahwa orang yang mengutamakan Tuhan adalah orang yang memiliki dasar yang kuat untuk menjalani hidupnya. Ayat 5-11 memberikan penjelasan detail tentang manusia baru yang hidup mengutamakan Tuhan.

Orang yang mengutamakan Tuhan haruslah mengenakan “manusia baru”. Yang dimaksud dengan manusia baru bukan berarti kita harus dilahirkan kembali dari rahim seorang ibu. “Manusia baru” adalah orang-orang yang telah hidup baru dalam Tuhan dan mengalami pertobatan. Tanda orang yang telah mengenakan “manusia baru” adalah:

  1. Mematikan perkara duniawi ( ayat 5-9 )
    Orang yang telah mengenakan “manusia baru” haruslah mematikan perkara duniawi: percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat, keserakahan, penyembahan berhala. Bahkan sesuatu yang membuat kita geram, marah, kejahatan, fitnah, dan kata-kata kotor keluar dari mulut kita. Kita diminta untuk hidup benar sesuai dengan apa yang Allah kehendaki.
  2. Mau diperbaharui pikiran dan pengetahuannya seturut hikmat Allah ( ayat 10 )
    Orang percaya yang telah “mengenakan manusia baru” tidak lagi bersandar pada pengertiannya sendiri. Segala sesuatu yang dianggap benar, belumlah tentu benar bagi Allah. Oleh sebab itu ketika kita memberi diri untuk mau diperbaharui dalam hal pikiran dan pengetahuan yang benar, hal ini akan membuka jalan bagi proses pengudusan yang Tuhan kerjakan. Pengetahuan yang benar akan kita dapatkan untuk menentukan sikap hidup.

Namun, bagaimana kita dapat melakukan semua hal tersebut? Bukankah itu merupakan sesuatu yang sulit dilakukan? Tidak akan sulit jika kita mau mempercayakan hidup kepada Tuhan dan memberikan ruang kepada-Nya untuk berkarya dan memampukan melawan semua kedagingan.

Refleksi
Sejenak ingatlah setiap masa dalam hidup Saudara. Perkara duniawi apakah yang sulit untuk Saudara lepaskan agar menjadi “manusia baru” seutuhnya? Mengapa sulit untuk melepaskannya? Apakah Saudara menyadari telah menerima anugerah Tuhan yang seharusnya disyukuri dengan hidup mengenakan manusia baru?

Tekad
Ya Tuhan, aku mohon hikmat-Mu agar dimampukan untuk mengenakan manusia baru seutuhnya sehingga aku mampu melepaskan seluruh kedaginganku.

Tindakan
Mulai hari aku bertekad untuk melepaskan dosa____________ yang telah menghambat pertumbuhan imanku. Aku mau menjadi manusia baru seutuhnya dalam Kristus.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«