suplemenGKI.com

KASIH: BERNILAI KEKAL

I Korintus 13:8-13

 

PENGANTAR
Dalam pasal 13 ini rasul Paulus secara khusus berbicara tentang kasih, sebab telah terjadi perpecahan dalam jemaat Korintus.  Mereka memiliki banyak karunia yang berbeda-beda tetapi sikap saling mementingkan diri sendiri berkembang sangat kuat.  Bagi Paulus kasih yang sifatnya kekal dan tidak terikat oleh waktu itu harus menjadi pengikat yang kuat dalam hidup berjemaat.  Berangkat dari pemahaman dasar tentang kasih tersebut maka Paulus mengajak jemaat Korintus untuk mengerti bahwa kasih itu bernilai kekal.  Mari kita belajar!


PEMAHAMAN

Ayat 8-13: Bagaimana Paulus membandingkan kasih dengan hal-hal yang bersifat sementara?

Ayat 8-13: Bagi Paulus kasih siapakah yang menjadi pembanding bagi kasih kita?

Apa yang kita anggap bernilai kekal dalam hidup?  Kasih ataukah segala yang kita miliki?

Dalam jemaat Korintus telah berkembang sikap yang menganggap karunia yang mereka miliki sangat bernilai dibandingkan dengan relasi yang berlandaskan kasih kepada sesama.  Bahkan ada yang beranggapan bahwa karunia itu bernilai kekal, yang akhirnya cenderung membuat orang yang diberikan karunia khusus itu menjadi sombong dan egois.  Keadaan ini benar-benar dijumpai Paulus dalam pelayanannya di tengah-tengah jemaat Korintus.  Untuk meluruskan anggapan tersebut Paulus menjelaskan bahwa karunia adalah pemberian Roh Kudus yang berfungsi untuk memperlengkapi dan menunjang pelayanan, supaya anak-anak Tuhan dapat melayani lebih efektif dan efisien.  Itu sebabnya karunia diberikan berlandaskan kasih karunia-Nya kepada orang tertentu untuk tugas tertentu.

Dalam bagian ini, Paulus mengingatkan jemaat Korintus untuk tidak terjebak kepada pengalaman-pengalaman rohani berupa karunia-karunia sebagai identitas Kristen yang bernilai kekal.  Ay.8-10 “Kasih tidak berkesudahan; nubuat akan berakhir; bahasa roh akan berhenti; pengetahuan akan lenyapSebab pengetahuan kita tidak lengkap dan nubuat kita tidak sempurna.  Tetapi jika yang sempurna tiba, maka yang tidak sempurna itu akan lenyap.”  Lalu dalam ay.12b mengatakan “Sekarang aku hanya mengenal dengan tidak sempurna, tetapi nanti aku akan mengenal dengan sempurna, seperti aku sendiri dikenal.”  Seluruh karunia yang Tuhan berikan hanya berdasarkan kasih-Nya.  Sebab sesungguhnya jati diri Allah adalah kasih dan kasih-Nya itu bernilai kekal.  Maka seharusnya kasih itu juga harus menjadi jati diri orang percaya.  Sedangkan karunia-karunia adalah  saranakasih Allah, sehingga Dia menghendaki karunia itu sebagai sarana kita mewujudkan kasih kepada sesama.  Dampak kasih jauh melebihi nubuat, kesembuhan ilahi, hikmat, bahasa roh.  Bahkan bila dibandingkan dengan iman dan pengharapan sekali pun, ternyata kasihlah yang abadi.  Itu sebabnya kasih harus kita tumbuhkan, agar selalu menjiwai sikap dan tindakan kita dalam hidup serta pelayanan.

REFLEKSI
Mari merenungkan: Kasih adalah hakikat kekal Allah yang melandasi pemberian karunia-karunia-Nya dalam hidup kita.  Sedangkan karunia-karunia-Nya bersifat sementara sebagai sarana mewujudkan kasih yang kekal itu bagi sesama.

TEKADKU
Tuhan tolong aku menggunakan karunia-karunia-Mu dengan berlandaskan kasih-Mu yang kekal itu.

TINDAKANKU
Hari ini aku mau menggunakan karunia Tuhan dalam hal ……. (mengajar, menasihati, dll) dengan berlandaskan kasih agar sesamaku mengenal kasih Allah yang kekal itu.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«