suplemenGKI.com

Bacaan : Wahyu  22 : 1-5

Thema : Kehidupan yang penuh sukacita.

 

PENGANTAR.
Gambaran kota Yerusalem baru, dipaparkan dengan begitu megah, mulia dan mempesona. Bahkan kota itu digambarkan sebagai kota yang penuh kedamaian. Lalu siapa saja yang akan menghuni kota Yerusalem baru tersebut ? siapa yang tinggal di dalamnya ? Pasti siapapun akan merindukan, bahwa nanti akan dapat tinggal di kota Yerusalem baru, sebuah kehidupan yang penuh sukacita.

PEMAHAMAN.

  • Gambaran apakah yang ingin disampaikan oleh Yohanes tentang kehidupan di Yerusalem baru ? ( ayat 1-2 )
  • Apa makna dari Takta Allah dan takhta Anak domba ada di dalamnya ? ( ayat 3 )
  • Suasana apa yang digambarkan oleh Yohanes tentang kegiatan yang ada di kota Yerusalem baru ? ( ayat 3-5 )

 

Menjalani kehidupan di dunia ini memang tidak mudah. Ada kalanya kita mengalami sukacita, namun sukacita yang kita alami di dunia ini tidaklah kekal, karena terkadang kita juga mengalami perasaan susah, sedih dan menderita. Padahal kita menginginkan dapat mengalami sukacita itu kekal. Dapatkah itu terwujud dalam kehidupan kita ? lalu kapan hal itu dapat terwujud ?

Gambaran kehidupan di Yerusalem baru sesungguhnya hendak memperlihatkan kehidupan yang penuh sukacita. Mengapa demikian ? Ya ! apa alasannya ? Pertama-tama : Bahwa di Yerusalem baru Allah dan Anak Domba Allah bertakhta, memerintah sebagai Raja. ( 22:3). Pemerintahan Allah akan berlangsung dengan damai sejahtera. Sesuatu yang najis atau orang-orang yang melakukan kekejian dan dosa tidak diperkenankan masuk di Yerusalem baru. Hanya orang-orang yang percaya yang namanya tertulis dalam kitab kehidupan yang diperkenankan masuk ke Yerusalem baru.

Kedua : Hamba-hamba-Nya akan beribadah kepada-Nya. Kata beribadah berkaitan dengan memuji, memuliakan, memasyurkan dan menyembah Tuhan. Bahkan dalam setiap kata dan perbuatan selalu dikaitkan dengan beribadah kepada Tuhan.

Ketiga : Mereka akan melihat Wajah-Nya. Di dunia ini tidak seorangpun dapat melihat wajah Allah. Namun dalam Yesus Kristus manusia dimungkinkan untuk melihat Wajah Allah. Dengan berfokus memandang wajah Allah maka pengabdian hidup kita akan menjadi sempurna.

Bukankah gambaran seperti itu yang dapat menjadikan kita mengalami sukacita kekal yang tidak akan di kalahkan oleh kesedihan dan berbagai macam pencobaan. Untuk itulah selama kita hidup di dunia ini marilah kita memfokuskan diri untuk terus memandang Allah.
REFLEKSI.
Marilah kita mengambil saat hening, dan renungkanlah : Apakah saudara rindu mengalami sukacita abadi di Yerusalem baru bersama Allah ? apa yang harus saudara lakukan saat ini untuk memperoleh sukacita yang sejati ?

TEKADKU.
Ya Tuhan tolonglah saya agar dapat memfokuskan pandangan hidup saya saat ini hanya kepada Tuhan.

TINDAKANKU.
Agar hidup saya dapat fokus kepada Tuhan maka, saya akan terus menjaga hati, pikiran dan tindakan untuk selalu memuliakan dan melayani Tuhan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*