suplemenGKI.com

Roma 12:9-12.

 

Saling Mengasihi Dengan Sukacita

 

Pengantar:
Renungan kita hari ini adalah berbicara tentang nasihat Rasul Paulus tentang mengasihi. Ada banyak pandangan tentang mengasihi, misalnya: mempedulikan, memberi bantuan, merasa kasihan kepada yang lemah dan sebagainya. Semua itu baik dan semua orang perlu melakukannya. Tetapi mengasihi yang bagaimanakah yang Paulus maksudkan dalam bacaan kita hari ini?

Pemahaman:

  1. Apakah makna dan penekanan kasih yang hendak diajarkan oleh Paulus dalam v. 9?
  2. Apakah yang dimaksud dengan saling mengasihi sebagai saudara dalam v. 10?
  3. Bagaimana seharusnya menerapkan kasih itu dan adakah konsekuensinya! (v 11-12)

Ay. 9-12 adalah nasihat Paulus tentang pergaulan antara orang-orang Kristen yang menekankan saling mengasihi dengan menekankan kasih harus diwujudkan dalam perbuatan.  Frasa di ay. 9 “Hendaklah kasih itu jangan berpura-pura hindarilah  yang jahat dan lakukanlah yang baik” artinya jika orang Kristen mau mengasihi janganlah main sandiwara atau bersikap munafik, dan hindari atau jijiklah pada segala sesuatu yang bersifat jahat. Hal-2 yang bersifat jahat bukan berarti membenci, menghina atau menciderai tetapi ketika berkata kasih kepada orang lain tetapi berhenti sampai di situ saja itulah yang dimaksud jahat dan lebih dalam lagi jika mengasihi walaupun sudah direalisasikan dengan perbuatan tetapi jika masih ditunggangi oleh motivasi untuk kepentingan diri sendiri maka itu juga termasuk kejahatan dan harus dihindari. Jadi makna kasih yang hendak ditunjukkan dalam nats ini adalah kasih yang nyata (berbuat)

Ay. 10 menekankan Kasih dalam ruang lingkup persaudaraan (sesama orang Kristen) artinya Kasih menjadi unsur utama atau dasar bagi kehidupan serta dalam hidup persekutuan bersama. Di dalam Kasih juga terkandung unsur penghormatan atau rasa hormat sebagai sesama tidak membeda-bedakan satu dengan yang lain. Kasih itu membawa manusia kepada kerendahan hati untuk dapat hidup saling menghormati satu dengan yang lain.

Kasih yang didasari oleh ketulusan, kerendahan hati dan rasa hormat adalah satu kesatuan. Kasih yang demikianlah yang mampu bertahan, tidak kendor apalagi hilang, karena kasih yang demikian merupakan kasih yang dimaknai sebagai melayani Tuhan seperti yang dinasihatkan oleh Rasul Paulus dalam v. 11. kasih harus dilakukan dengan iklas dan sukacita.

 

Refleksi:
Ketika kita mendengar kata mengasihi, tidak jarang itu merupakan sebuah beban dalam hidup kita. Jika hal itu yang terjadi maka kasih itu bukan bermakna melayani Tuhan. Kasih yang melayani Tuhan adalah penuh kegembiraan dan sukacita dan bukan hanya kata-2 tetapi berbuat.

 

Tekad:
Tuhan, tolonglah agar aku mampu mengasihi dengan sukacita dan kegembiraan seperti yang telah Engkau lakukan dalam karya-Mu menyelamatkanku.

 

Tindakan:
Mulai untuk mengasihi sesama bukan hanya kata-2 tetapi diwujudkan dalam perbuatan nyata.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«