suplemenGKI.com

Markus 9:38-41

MEMBUKA DIRI, BUKAN MENGUASAI

PENGANTAR
Kita melayani untuk melanjutkan karya Kristus di dunia. Karya Kristus itu terlalu besar untuk kita kerjakan seorang diri. Juga, terlalu besar bagi gereja kita atau organisasi kita. Karena itulah Tuhan selalu menyediakan rekan kerja bagi kita. Tuhan juga menyediakan banyak organisasi kemasyarakatan – yang berwujud gereja atau bukan, bahkan juga organisasi-organisasi non-Kristen – di sekitar kita. Jika kita bisa bekerja sama dengan mereka maka pelayanan kita akan menjadi lebih efektif dan efisien. Namun, kita masih sering menutup diri dan enggan bekerja sama dengan mereka. Menurut Anda, mengapa?

 

PEMAHAMAN

  • Ay. 38.  Para murid melihat seseorang yang mengusir setan dalam nama Yesus dan mereka mencegah orang tersebut, karena ia bukan pengikut-Nya. Namun, Yesus tidak setuju dengan sikap mereka. Menurut Anda, apa yang keliru dalam sikap para murid ini? (lihat juga 9:18)
  • Ay. 39-40.  Apa yang Yesus jelaskan mengenai penggunaan nama dan kuasa Yesus?
  • Ay. 41. Sikap seperti apa yang Yesus ajarkan kepada para murid-Nya?   Menurut Anda, apakah sikap seperti masih perlu diterapkan dalam pelayanan kita di masa kini?

Para murid mencegah orang tersebut karena ia bukan bagian dari mereka (“bukan pengikut mereka”). Para murid berpikir bahwa hanya merekalah yang boleh melakukan pengusiran setan dengan menggunakan nama Yesus. Orang lain tidak berhak menggunakan nama Yesus. Ironisnya, para murid berusaha memonopoli nama dan kuasa Yesus, padahal mereka sendiri gagal ketika melakukannya (9:18).

Yesus mengoreksi sikap monopolitis para murid-Nya. Yesus menjelaskan bahwa nama-Nya dan kuasa-Nya dapat digunakan oleh siapa saja asalkan orang tersebut berada di pihak-Nya. Dengan demikian, Yesus mengajak para murid untuk menerima orang tersebut sebagai bagian dari kelompok mereka. Yesus tidak setuju terhadap para murid-Nya yang mulai menumbuhkan sikap eksklusif (merasa diri mereka berada dalam sebuah kelompok khusus) dan memonopoli kuasa-Nya. Selain memonopoli kuasa Yesus, sikap eksklusif juga sering muncul dalam bentuk kesombongan dan egoisme kelompok: kita berpikir bahwa gereja kita atau kelompok kitalah yang paling benar dan paling hebat. Sikap semacam ini masih sering kita jumpai di kalangan gereja dan orang-orang Kristen masa kini. Akibatnya, kita saling menutup diri dan enggan bekerja sama dengan orang lain.

REFLEKSI
Sikap eksklusif dan kecenderungan memonopoli kuasa Yesus adalah salah satu hambatan terbesar bagi efektifitas pemberitaan Injil di masa kini.

TEKADKU
Ya Tuhan, aku akan belajar membuka diri untuk bekerja sama dengan orang lain dalam pelayananku. Pertemukanlah aku dengan seseorang yang dapat aku ajak menjadi rekan sepelayananku.

TINDAKANKU
Dalam satu bulan ini aku akan mencari seseorang yang selama ini belum terlibat dalam pelayanan dan mengajaknya melayani bersama-sama dengan aku.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*