suplemenGKI.com

1 Korintus 1:1 – 3

 

Panggilan Tuhan Landasan Kemurnian Hati

 

Pengantar
Sepertinya istilah “panggilan Tuhan” bukanlah suatu hal yang asing di telinga kita. Tapi seberapa jauh pemahaman kita tentang makna panggilan Tuhan tentu tidaklah sama seorang dengan yang lainnya. Hari ini kita akan merenungkan bersama tentang panggilan Tuhan dalam hidup orang percaya.

 

Pemahaman
- ay. 1: Bagaimanakah cara Paulus memperkenalkan diri? Apa saja dari dirinya yang diperkenalkan kepada Jemaat Korintus?
- ay. 1: Apakah yang dapat kita teladani dari pengenalan diri Paulus tersebut?

Cara Paulus memperkenalkan diri dalam suratnya kepada Jemaat Korintus dengan kepada Jemaat lainnya, misalnya saja Jemaat Tesalonika, berbeda. Hal ini dikarenakan situasinya memang berbeda. Di Korintus, ada kelompok-kelompok tertentu yang menyerang dirinya dengan cara mempertanyakan keabsahan dari kerasulannya. Sebab memang Paulus bukanlah orang yang masuk ke dalam 12 murid Kristus. Bahkan dia juga bukanlah orang yang berinteraksi dengan Kristus semasa inkarnasi-Nya. Persoalan yang demikian tidak dihadapi Paulus di Jemaat Tesalonika.

Menjawab pertanyaan-pertanyaan itu, Paulus menegaskan bahwa ia memang dipanggil Kristus untuk menjadi rasul, (Yun: apostolon, artinya adalah utusan). Paulus juga menegaskan bahwa panggilan itu berdasarkan kehendak Allah, bukan kehendak manusia. Artinya, tidak ada rekomendasi dari manusia agar ia dapat menjadi rasul. Satu-satunya rekomendasi yang dia miliki adalah pengalaman perjalanan menuju Damsyik, di mana ia berinteraksi secara langsung dengan Kristus (Kis. 9:1-19). Pengalaman panggilannya itu kemudian diteguhkan bersama-sama dengan Barnabas dalam “ibadah pengutusan” di Antiokhia (Kis. 13:1-3). Namun ini bukanlah ibadah pengukuhan atau penahbisan sebagai rasul, melainkan pengutusan. Apa yang ingin disampaikan Paulus sangat jelas bahwa keberadaannya tidaklah bergantung pada manusia, melainkan berlandaskan pada panggilan Allah sendiri.

Refleksi
Rasul Paulus melandaskan jati dirinya bukan berdasarkan komentar maupun rekomendasi orang, melainkan hanya berdasarkan kehendak Allah saja. Betapa pentingnya kita dapat mengenali kehendak Allah dalam diri kita.

Tekad
Doa: Tuhan, tolonglah saya untuk lebih mendengarkan kehendak-Mu daripada kehendak manusia. Amin.

Tindakan
Selama seminggu ke depan, saya akan meluangkan waktu 5 menit untuk mengevaluasi motivasi hidup saya, apakah murni demi kehendak Allah ataukah demi manusia.

 

=====================================================================================

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«