suplemenGKI.com

Jumat, 28 Maret 2014

27/03/2014

Efesus 5:11-14

 

Menelanjangi Perbuatan-Perbuatan Kegelapan

 

Pengantar
Air curian manis, dan roti yang dimakan dengan sembunyi-sembunyi lezat rasanya (Amsal 9:17). Manisnya perbuatan dosa mendorong seseorang untuk pertama-tama “menutup mata hati nurani” nya sehingga kegelapan dapat menyembunyikan semua motivasi jahatnya. Ia berusaha keras untuk menemukan berbagai alasan pembenar atas dosa yang akan dilakukannya. Pelita Tuhan yang menyelidiki lubuk hatinya (Amsal 20:27) diupayakannya agar padam. Tuhan Yesus pernah berkata kepada para muridNya: “Mata adalah pelita tubuh. Jika matamu baik teranglah seluruh tubuhMu.  Jika matamu jahat, gelaplah seluruh tubuhmu. Jadi jika terang yang ada padamu gelap, betapa gelapnya kegelapan itu” (Matius 6:22-23). Sebenarnya pilihan selalu ada pada diri setiap orang. Kini tergantung pada keputusannya, apakah ia mau ikut mengambil bagian dalam perbuatan-perbuatan kegelapan atau sebaliknya justru mau bangkit untuk ikut serta “menelanjangi” perbuatan-perbuatan itu.

Pemahaman
 Ayat 11           : Menurut Sdr, apa yang dimaksudkan oleh Rasul Paulus
                              “janganlah turut mengambil bagian …”  Apa pula artinya 
                              “telanjangilah perbuatan-perbuatan itu”
Ayat 12           :  Apa pula maksud “menyebutkan saja apa yang mereka
                              perbuat di tempat-tempat tersembunyi telah memalukan” ? 
                              Mengapa Paulus merasa perlu menuliskannya?
Ayat 13-14      :  Mengapa segala sesuatu yang nampak oleh karena sudah
                               “ditelanjangi” oleh terang dikaitkan oleh Rasul Paulus
                               dengan orang yang harus bangun dari tidurnya, bangkit dari
                               antara orang mati?

Siang berbeda dengan malam, sebagaimana  terang tidak dapat bersatu dengan gelap (II Korintus 6:14b), demikianlah seorang anak terang seharusnya tidak lagi berhubungan dengan perbuatan-perbuatan kegelapan yang dibenci Tuhan. Sebaliknya karena Kristus telah bercahaya atasnya, maka semua perbuatan kegelapan akan menjadi nampak karena kehadirannya. Setiap anak Tuhan juga harus menyadari (berarti bangkit dari tidur dan bahkan “kematian”), bahwa tidak ada satu perbuatanpun yang tersembunyi di hadapan Allah, sebagaimana tertulis dalam Ibrani 4:13 (BIS) “Tidak ada satu makhluk pun yang tersembunyi dari pandangan Allah. Segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan-Nya. Dan kita harus memberi pertanggungjawaban kepada-Nya”.

Refleksi
Apakah selama ini aku masih sering “mengambil bagian” dalam perbuatan-perbuatan kegelapan yang  dilakukan oleh orang-orang yang belum percaya di sekitarku? Sebaliknya apakah terang Kristus telah bercahaya dalam pikiran dan hatiku sehingga di manapun aku berada, aku mampu membuat semua perbuatan kegelapan yang tersembunyi menjadi nampak?

Tekad
Aku mau bertobat. Mulai sekarang aku tidak mau lagi mengambil bagian dalam hal-hal yang tidak disukai Tuhan dan sebagai anak terang (di mana Kristus bercahaya atasku) aku harus memenuhi panggilanku untuk menelanjangi segala perbuatan kegelapan melalui kehadiranku. 

Tindakan
Aku berhenti mengikuti nasihat orang fasik, aku menghindar dari jalan orang berdosa, dan aku tidak lagi berkumpul dengan para pencemooh kebenaran Tuhan. Sebaliknya aku senantiasa merenungkan kebenaran Firman Tuhan (Mazmur 1:1-2) sehingga aku memiliki kepekaan dan keberanian untuk menyatakan kebaikan, keadilan, dan kebenaran serta mampu menguji apa yang menjadi kehendak Tuhan.

=====================================================================================

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«