suplemenGKI.com

Jumat, 28 Juli 2017

27/07/2017

KEKUATAN TERSEMBUNYI

Roma 8:26-30

 

PENGANTAR
Apa yang menjadi ukuran rumah atau gedung dikategorikan sebagai bangunan yang kuat?  Bukan pada apa yang tampak:  kecil atau besarnya;  tinggi atau rendahnya bangunan.  Kekuatan bangunan justru tidak terlihat/tersembunyi.  Tepatnya, meski tidak terlihat tapi kualitas fondasi dan tiang pancanglah yang menentukan kekuatan bangunan.  Pertanyaan yang sama juga berlaku bagi kehidupan kita, apa yang menentukan kekuatan hidup beriman orang Kristen?  Adakah kekuatan yang tidak tidak terlihat?  Mari kita baca dan pelajari. 

PEMAHAMAN

  • Ayat 26, 27     :  Apa peran Roh dalam hubungannya dengan pergumulan orang percaya?
  • Ayat 28, 29     :  Apa tujuan karya Allah dalam pergumulan hidup orang percaya?
  • Ayat 30           :  Apa hubungan peran Allah dengan panggilan sebagai orang percaya?
  • Apa yang menjadi dasar kita bertahan dalam menghadapi pergumulan?

Komitmen menjalani pola hidup Illahi tidak memberi jaminan bahwa kehidupan selalu lebih mudah dan lancar. Kehidupan bagi siapapun selalu menyajikan dua hal yang sama:  kesulitan dan kemudahan, tantangan dan peluang.  Namun terlepas bagaimana seseorang mengupayakan hal terbaik dalam hidupnya, ada hal mendasar yang membedakan orang percaya, khususnya ketika menghadapi pergumulan kehidupan. “Roh membantu kita dalam kelemahan kita;  sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan” (ayat 26) menegaskan peran Kristus sebagai pengantara, “Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus” (1Tim 2:5; 1Yoh. 2:1-6).  Kebenaran ini menjadi jaminan bagi setiap orang percaya bahwa di dalam pergumulan apapun, Dia tidak pernah meninggalkan anak-anak-Nya, bahkan turut bekerja “mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia” (ayat 28).

Itulah yang dimaksud kekuatan tersembunyi dalam kehidupan setiap orang percaya.  Kristus masuk dan berkarya dalam kehidupan mereka yang bersedia percaya kepada-Nya.  Hidup dan kehidupan bukan milik kita lagi, tapi milik Kristus yang sudah menebus dan mengampuni dosa.  Kita sepenuhnya adalah milik-Nya.  Itu sebabnya, tidak ada satu kekuatan apapun yang mampu “memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita” (Roma 8:39b). Hanya mereka yang bersedia membuka diri akan mengalami kasih dan pertolongan-Nya.  Jadi kekuatan Kristen dalam pergumulan bukan karena kemampuan diri; juga bukan karena terlatih melewati pergumulan di sepanjang perjalanan hidup.  Kekuatan orang percaya bersumber dari Kristus yang tinggal dan berkarya dalam perjalanan hidup.

REFLEKSI
Renungkanlah: Pola hidup Illahi tercermin melalui keyakinan bahwa seluruh kekuatan bersumber dari Dia yang tinggal dan berkarya dalam perjalanan hidup.

TEKADKU
Tuhan, dalam segala hal aku mau mengandalkan Engkau yang tinggal dan berkarya dalam hidupku.

TINDAKANKU
Aku mau mewujudkan pola hidup Illahi dengan cara terus andalkan Dia yang tinggal dan berkarya dalam perjalanan hidupku.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*