suplemenGKI.com

Jumat, 28 Februari 2020

Antara Doa dan Dosa

Mazmur 32

Pengantar
Kata Doa dan Dosa hanya berbeda satu huruf yaitu huruf s, tapi perbedaan arti dari kedua kata itu sangat besar. Doa itu menghubungkan/mendekatkan kita dengan TUHAN, sedangkan dosa memisahkan/menjauhkan kita dengan TUHAN. Maka marilah kita membaca Mazmur 32 untuk dapat melihat kebahagiaan yang TUHAN sediakan bagi kita yang berdosa, khusunya dikaitkan dengan bagaimana kita memiliki relasi hidup (baca: doa) yang jujur kepada-NYA.

Pemahaman

Ayat  2 – 4           :  Apa kebahagiaan yang TUHAN berikan kepada manusia?

Ayat  5 – 11         :  Apa yang sesungguhnya yang harus diperbuat manusia?

Pemazmur menyatakan bahwa berbahagialah orang yang diampuni pelanggarannya, yang dosanya ditutupi dan berbahagialah manusia, yang kesalahannya tidak diperhitungkan TUHAN, dan yang tidak berjiwa penipu. Itulah kebahagiaan yang TUHAN berikan kepada manusia. Kebahagiaan yang bukan karena kita dapat menanggung akibat dari perbuatan dosa kita, tetapi karena TUHAN berkenan akan keterbukaan dan kejujuran hidup kita di hadapan-NYA.

Dalam situasi berat yang dialami dan dihadapi manusia karena ketidaktaatan dan kesalahannya kepada TUHAN maka sebaiknya ia mengaku dosanya kepada TUHAN dan tidak menyembunyikan kesalahannya karena percaya bahwa TUHAN mengampuni dosanya.

Jadi hendaklah kita berdoa kepada TUHAN, selagi IA dapat ditemui; dan beriman bahwa TUHAN-lah persembunyian bagi kita, dan terhadap kesesakan TUHAN menjaga kita. TUHAN mengelilingi kita dengan kasih setia-NYA. TUHAN juga memberi nasihat dan menunjukkan jalan yang harus kita tempuh, karena itu maka baiklah mata kita tertuju kepada-NYA. Janganlah kita menjadi bebal dan lepas kendali. Hiduplah dalam kejujuran dan kebenaran.

Marilah kita awali hidup yang jujur dan tidak berjiwa penipu dengan kesediaan kita untuk mengakui segala dosa pelanggaran kita dalam doa kepada TUHAN. Baiklah kita Bersukacita di dalam TUHAN, di dalam relasi hidup yang jujur dengan TUHAN, dan bersorak-soraklah bagi-NYA.

Refleksi
Dalam keheningan hati marilah kita mengambil waktu untuk merenungkan:

  • Apakah yang mengalami kebahagiaan yang TUHAN berikan di tengah kelemahan kita?
  • Apakah kita hidup dalam relasi yang jujur dengan TUHAN, khususnya dalam doa kita?        

Tekad
TUHAN, jadikan aku pribadi yang jujur dan tidak berjiwa penipu, agar aku boleh berbahagia di dalam segala anugerah dan kasih setia-MU.

Tindakanku
Mulai hari ini, aku menempuh hidup di jalan TUHAN dengan menuruti nasihat-nasihat dan mata yang tertuju kepada TUHAN.

 

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«