suplemenGKI.com

TANTANGAN PANGGILAN

I Samuel 2:11, 12, 22-29

 

PENGANTAR
Kualitas kepemimpinan yang melayani bukan hanya dilihat ketika pemimpin itu memulai pelayanan, tetapi juga dilihat dari bagaimana ia mempertahankan dan merawat kepemimpinannya hingga akhir.  Proses mempertahankan dan merawat kepemimpinan yang melayani inilah yang menjadi tantangan panggilan bagi Imam Eli.  Mari kita baca dan pelajari!

PEMAHAMAN

  • Ayat 12-17: Apa yang dilakukan anak-anak Imam Eli?
  • Ayat 23-25: Apa yang dilakukan Imam Eli kepada anak-anaknya?
  • Ayat 29: Mengapa teguran Imam Eli seolah diabaikan anak-anaknya?
  • Apakah kita masih bisa menjaga dan mempertahankan hidup sesuai panggilan-Nya?

Apakah Imam Eli yang mewakili umat Israel dalam peribadahan dan kehidupan sosial di hadapan TUHAN, teruji sanggup mempertahankan dan merawat kepemimpinan melayani?  Alkitab justru menunjukkan kegagalan Imam Eli beserta kedua anaknya yang juga adalah imam. Mereka terbukti melanggar batas-batas hak para imam.  Kegagalan moral mereka (ayat 12-16) membangkitkan murka TUHAN, “sebab mereka memandang rendah korban untuk TUHAN” (ayat 17).   Ada dua alasan utama kemarahan TUHAN kepada Imam Eli.  Pertama, Imam Eli tidak menjaga kekudusan panggilan.  Imam Eli yang dipilih  secara khusus (ayat 28) untuk mewakili umat Israel di hadapan TUHAN terbukti turut  “menggemukkan … dengan bagian terbaik” (ayat 29).  Imam Eli gagal menghadapi tantangan jabatan dan kuasa yang disandangnya.  Jabatan dan kuasa yang seharusnya menjadi alat melayani TUHAN dan umat;  berubah fungsi dan tujuan demi keuntungan diri dan keluarganya.

Kedua, Imam Eli tidak menjaga panggilan dirinya sebagai orangtua.  Entah siapa yang memulai pelanggaran. Yang pasti Imam Eli tidak bisa tegas kepada kedua anaknya.  Mungkin saja  mereka tahu bahwa ayahnya juga terlibat dalam persoalan moral yang sama. Alhasil, kedua anaknya pun bersikap sama. Tidak menghargai panggilan TUHAN melalui jalur keimaman ayahnya.  Imam Eli gagal menjaga panggilan keimaman bagi diri dan kedua anaknya. TUHAN menghukum ketiganya (ayat 34, 4:17, 18) dan mencabut mandat imam dari keluarga Imam Eli (ayat 31-32);  dan menggantinya dengan Samuel (pasal 3).

Bagaimana dengan kita? Apa yang baik dan yang kita terima serta jalani hari ini adalah panggilan dari TUHAN:  pekerjaan, relasi, studi, pelayanan dan keluarga.  Masing-masing mempunyai tuntutan dan tantangannya sendiri.  “Tuntutan” menolong kita selalu mengerjakan panggilan dengan sikap hormat dan penuh tanggung jawab. Sebaliknya  “tantangan” mengingatkan kita untuk menjaga dan merawat panggilan dengan menjalani hidup yang berintegritas.  Apapun tuntutan dan tantangan kita hari ini, mari kita menjaga dan merawat panggilan yang dipercayakan TUHAN.

REFLEKSI
Setiap panggilan dari TUHAN mempunyai “tuntutan” dan “tantangan” yang mesti kita pertahankan dan rawat melalui sikap hormat dan penuh tanggung jawab dihadapan-Nya.  

TEKADKU
TUHAN terimakasih untuk panggilan yang Engkau percayakan kepadaku sampai hari ini. Tolong mampukan aku untuk selalu waspada dan menjaga kepercayaan panggilan-Mu dengan cara hidup berintegritas di hadapan-Mu.  

TINDAKANKU
Aku mau mempertahankan dan merawat panggilan dari-Mu dengan sebaik-baiknya, dengan cara hidup berintegritas di hadapan-Mu.  Melakukan yang ‘baik’ dan usaha ‘terbaik’ bukan hanya di saat ada orang lain melihatnya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«