suplemenGKI.com

Mazmur 26:1-8

 

“Konsekuensi hidup dalam kebenaran Tuhan”

Pengantar:
            Seorang penjual minyak wangi keliling berteriak menjajakan minyak wanginya yang katanya asli dari Arab, kalau tidak percaya silahkan buktikan. Seorang penggemar minyak wangi penasaran kemudian menantangnya untuk membuktikan apakah minyak wanginya benar-benar asli atau palsu, sang penjualpun menerima tantangan tersebut. Cara pembuktiannya adalah dengan menuangkan sedikit minyak wangi ke sebuah wadah kemudian dibakar dengan api, kalau terbakar maka itu palsu, tapi kalau apinya mati berarti itu asli. Sang penjual mulai menuangkan sedikit minyak wanginya ke wadah dan membakarnya ternyata terbakar, dia mengambil botol yang lain dan melakukan hal yang sama juga terbakar. Kemudian giliran si penggemar minyak wangi mengambil botol minyak wangi dari saku celananya dan melakukan hal yang sama, ternyata apinya malah mati. Lalu dia berkata pada penjual itu, “mengapa kamu menjual spiritus dan mencampurnya dengan minyak wangi? Anda tahu itu berbahaya bagi pemakainya!” Hari ini bacaan kita berbicara tentang pemazmur membuktikan dirinya adalah hidup dalam kebenaran dan layak mendapat keadilan Tuhan.

Pemahaman:

  1. Apakah yang hendak dinyatakan oleh pemazmur melalui syair-syair ratapannya di v. 1-8?
  2. Apakah tujuan permohonan pemazmur di ayat 9-10 dalam konteks ratapan doanya itu?
  3. Apakah makna pernyataan pemazmur di ayat penutup, yaitu ayat. 11-12?

Penafsir Matthew Henry mengatakan bahwa kemungkinan Daud menuliskan mazmur 26 ini saat dia sedang dikejar-kejar oleh Saul dan para pengikutnya yang ingin membunuhnya karena alasan iri hati (1Sam 18:7-9). Dalam kondisi demikian Pemazmur memohon keadilan kepada Tuhan dalam doanya. Bagi Daud hanya Tuhan yang dapat menyatakan bahwa dirinya benar atau salah. Pemazmur meyakini diri tidak bercela karena ia selalu berpedoman pada kebenaran Tuhan, menjauhi pergaulan dengan orang-orang fasik, tidak melakukan perbuatan-perbuatan yang jahat, memelihara kehidupan ibadahnya dan menyatakan perbuatan-perbuatan Allah yang ajaib serta mencari perkenanan dalam hadirat Tuhan (v. 2-8).

Pada ayat 9-10, pemazmur memohon agar Tuhan tidak menimpakan hukuman kepadanya sama seperti kepada orang-orang yang hidup dalam kefasikan, karena bagi Daud itu adalah ketidak-adilan. Di ayat 11-12, ia berkomitmen untuk tetap hidup dalam ketulusan dan seluruh hidupnya akan ia persembahkan untuk memuji dan memuliakan Tuhan dalam jemaah, yang artinya ia ingin menyaksikan Tuhan dan kebenaran-Nya kepada umat Israel.

Refleksi:
Mari merenung sejenak. Saudara, tidak jarang ketika kita sungguh-sungguh hidup dalam kebenaran Tuhan, kita juga bisa mengalami hal-hal yang sulit dalam hidup. Namun jangan takut teruslah berseru senantiasa kepada Tuhan dan tetaplah memuji dan memuliakan Tuhan.

Tekadku:
Ya Tuhan, di tengah dunia yang penuh dengan iri hati, kejahatan dan pementingan diri sendiri ini, ajarkan kami untuk senantiasa berharap pada kebenaran dan keadilan-Mu ya Tuhan.

Tindakanku:
Saya mau tetap menyatakan karakteristik hidup benar sekalipun banyak tantangan hidup.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«