suplemenGKI.com

Yakobus 1:19-27

Jadilah pendengar dan Pelaku Firman

PENGANTAR
Iman tanpa perbuatan pada hakekatnya adalah mati. Itulah pesan penting dari Yakobus kepada jemaat Kristen di dalam surat yang ditulisnya. Yakobus menyadari bahwa iman kepada Kristus haruslah tampak dalam perbuatan nyata. Yakobus tidak bermaksud menjadikan perbuatan lebih penting dari iman. Yakobus menyadari bahwa iman kepada Kristus sudah seharusnya tercermin dalam perbuatan.

PEMAHAMAN
Mengapa mendengar firman ALLAH sangat penting menurut Yakobus? (Yak.1:19-21)

Hal apakah yang sama pentingnya dengan mendengar firman ALLAH? (Yak.1:22-25)

Bagaimanakah bentuk ibadah yang sejati itu? (Yak.1:26-27)

Bagi kebanyakan orang mendengar merupakan pekerjaan yang sangat membosankan dan melelahkan. Itulah mengapa banyak orang tidak berkeinginan menjadi pendengar. Mereka lebih suka menjadi pembicara, karena berbicara merupakan aktivitas yang sangat menyenangkan. Namun Yakobus mengingatkan bahwa hendaknya orang Kristen menjadi pendengar yang baik. Dan hal itu bisa dimulai dengan tekun mendengarkan firman ALLAH. Yakobus menyadari bahwa firman ALLAH memiliki kuasa untuk menyelamatkan jiwa dan juga kehidupan.

Namun Yakobus juga mengajarkan agar umat ALLAH tidak hanya melulu mendengar firman. Umat juga harus dapat melakukan firman itu dalam kehidupan sehari-hari. Keseimbangan dalam mendengar dan melakukan firman ALLAH sangat penting. Jika mendengar firman ALLAH mendapat porsi lebih daripada mewujudkannya dalam perbuatan maka umat telah menipu dirinya sendiri.

Jika mendengar dan melakukan firman ALLAH dapat dijaga keseimbangannya, maka kehidupan umat ALLAH telah mencerminkan ibadah yang sejati. Yakobus menyadari bahwa ibadah tidak seharusnya dipahami hanya terwujud pada upacara ceremonial seperti berdoa, bernyanyi, merenungkan firman ALLAH. Ibadah sejatinya memiliki makna yang sangat luas dan berkaitan juga dengan sikap hidup umat sehari-hari. Memperlihatkan kepedulian kepada kaum yang terpinggirkan atau orang miskin dan mampu mengendalikan diri merupakan contoh konkrit ibadah yang sejati.

REFLEKSI
Apakah selama ini kita memahami bahwa ibadah yang sejati itu hanyalah doa, menyanyi dan mendengarkan firman ALLAH? Sudahkah keseimbangan antara mendengar dan melakukan firman ALLAH terwujud dalam kehidupan kita?

TEKAD
Ya ALLAH mampukan saya untuk menjaga keseimbangan antara mendengar firman-MU dan melakukannya dalam kehidupan. Tolong hamba-Mu untuk mewujudnyatakan ibadah yang sejati dalam kehidupan sehari-hari

TINDAKAN
Tekun mengikuti ibadah Minggu, persekutuan doa, dan ibadah lainnya. Memperlihatkan kasih dan kepedulian kepada sesama disekitar melalui tindakan nyata.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«