suplemenGKI.com

1Timotius 6:3-10.

 

“Ibadah: Rasa Syukur Atas Anugerah Tuhan”

Pengantar:
Uang adalah sesuatu yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Semua orang membutuhkan uang. Adalah bohong jika orang mengatakan tidak membutuhkan uang. Kita butuh uang untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari: membeli bahan makanan, pakaian, BBM, membayar tagihan listrik, air dan telepon, membayar biaya sekolah anak, membayar kontrakan rumah, semua memerlukan uang. Bahkan dalam kehidupan rohanipun uang sangat diperlukan: memberi persembahan untuk biaya operasional gereja, untuk biaya program pelayanan, untuk biaya SDM, diakonia, penginjilan dan sebagainya. Intinya semua aspek hidup membutuhkan uang. Tapi mengapa dikatakan “uang itu akar segala kejahatan?”

Pemahaman:

  1. Apakah sesungguhnya yang melatarbelakangi nasihat Paulus dalam 3-6?
  2. Bagaimana keadaan orang yang terlalu memfokuskan hidup pada harta duniawi? (v. 7-10)

Pada 1Timotius 6:1-10 ini Paulus menasihatkan Timotius, karena pada saat itu ada kecenderungan dari pihak-pihak tertentu yang memanfaatkan posisinya sebagai pengajar untuk mencari keuntungan bagi dirinya sendiri. Misalnya: dengan mengajar mereka akan mendapatkan perhatian dan pujian. Selain itu mereka juga mempengaruhi banyak orang supaya mendapat uang dari pengajarannya, dan itu dilakukan dengan memakai nama Tuhan. Itu sebabnya Paulus perlu menasihatkan Timotius untuk dapat memberikan pengajaran yang benar mengenai ibadah dan harta, supaya jemaat tidak disesatkan oleh ajaran-ajaran yang tidak benar. Sebagaimana dikatakan dalam ayat 5, yang mengira bahwa ibadah itu adalah sumber suatu keuntungan. Ajaran itu tentu sangat berbeda dengan pandangan Paulus yang menegaskan bahwa ibadah harus didasari dengan rasa cukup dalam pengertian ibadah itu adalah ungkapan syukur atas segala anugerah Allah bagi kita. Anugerah Allah itu mencakup: keselamatan, berkat-berkat baik jasmani maupun rohani termasuk juga pemeliharaan-Nya yang tidak pernah berhenti dalam hidup kita. Atas semuanya itu kita patut mengucap syukur melalui ibadah. Paulus mengingatkan juga bahwa kita tidak membawa apapun ke dalam dunia ini dan tidak membawa apapun juga ketika meninggalkan dunia. Hal itu hendak mengingatkan agar kita tidak perlu terlalu memfokuskan hidup pada segala yang bersifat materi sampai mengabaikan kehidupan rohani sehingga kita tidak memiliki relasi yang benar dan intim dengan Tuhan. Dampaknya kita akan berjalan sendiri tanpa pimpinan dan tuntunan Tuhan, akibatnya kita akan tersesat yang pasti berujung pada kehancuran (band. V. 9-10) 

Refleksi:
Renungkan sejenak. Apa motivasi anda beribadah setiap minggu, apakah untuk keuntungan materi? Tidak, beribadah adalah ungkapan syukur atas semua anugerah Tuhan bagi kita.

Tekadku:
Tuhan Yesus, ampuni saya jika selama ini saya memiliki motivasi yang keliru dalam beribadah. Sekarang saya mengerti bahwa beribadah adalah ucapan syukur atas anugerahMu.

Tindakkanku:
Mulai hari ini saya tidak lagi terlalu memfokuskan seluruh hidup untuk materi, dan mulai memfokuskan tujuan hidup saya adalah untuk Tuhan yang telah menyelamatkan saya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*