suplemenGKI.com

Jumat, 27 Juli 2018

26/07/2018

Yohanes 6:1-15

MENGALAHKAN KETERBATASAN

PENGANTAR
Adakalanya kita harus berhadapan dengan kesulitan yang sangat besar, sedangkan kemampuan kita sangat terbatas. Situasi seperti itu sering membuat kita berputus asa, melarikan diri dari tanggung jawab dan tidak peduli lagi dengan apa yang akan terjadi. Tentu, sangatlah baik apabila kita menyadari keterbatasan kita. Namun, kita tidak boleh lupa bahwa kita memiliki Allah yang tidak terbatas.

 

PEMAHAMAN
Yesus mengajak para murid-Nya berangkat ke seberang danau Galilea, yaitu berpindah dari satu sisi ke sisi yang lain danau tersebut. Dengan cara ini mereka bisa menghindar dari kerumunan orang banyak yang mengikuti mereka dan mereka bisa beristirahat. Namun, kali ini cara tersebut tidak berhasil. Orang banyak tetap datang berbondong-bondong mengikuti mereka.

  • Ay. 5-9.  Tuhan Yesus menggunakan situasi yang mereka hadapi untuk menguji sikap para murid-Nya. Bandingkanlah sikap/ tanggapan yang diperlihatkan oleh Filipus dan Andreas. Berapa nilai yang Anda berikan kepada Filipus? Kepada Andreas? Menurut Anda, jika mereka ingat peristiwa di Kana (Yoh. 2:1-11), apakah sikap dan jawaban mereka akan berbeda?
  • Ay. 10-13.  Mengapa Yesus memberi mereka roti dalam jumlah yang sangat banyak hingga melebihi kebutuhan mereka? Pelajaran apa yang hendak Yesus berikan kepada mereka?

Bagi Filipus, masalahnya bukan mencari tempat menjual roti, melainkan keterbatasan dana yang mereka miliki. Mereka tidak mempunyai uang yang cukup untuk membeli roti bagi sedemikian banyak orang, “sekalipun masing-masing mendapat sepotong kecil saja” (ay. 7). Andreas bisa dianggap selangkah lebih maju dari Filipus. Ia berhasil menemukan seorang anak yang mempunyai lima ketul roti dan dua potong ikan. Namun, Andreas pun harus menyerah dengan kesimpulan yang serupa, “… tetapi apakah artinya itu untuk orang sebanyak ini.” (ay. 9). Mereka terhenti oleh keterbatasan mereka. Padahal mereka telah melihat apa yang Yesus lakukan di Kana (Yoh. 2:1-11). Mereka lupa bahwa mereka sedang bersama-sama dengan Yesus yang sanggup mengatasi keterbatasan mereka.

Tuhan Yesus memberikan roti dalam jumlah yang berlimpah. Setelah mereka makan sampai kenyang, masih ada sisa roti dua belas bakul yang dikumpulkan oleh para murid. Berlimpahnya roti ini sangat kontras dengan keadaan semula. Dari kekurangan menjadi kelimpahan. Peristiwa di Kana memperlihatkan hal yang serupa: dari kekurangan air anggur menjadi kelimpahan anggur dengan kualitas yang lebih baik. Melalui semua itu Tuhan Yesus hendak mengajarkan berlimpahnya anugerah Allah kepada mereka. Lebih dari sekadar mengatasi keterbatasan mereka, Allah sanggup memberi kelimpahan kepada mereka: lebih banyak dan lebih baik dari apa yang mereka harapkan.

REFLEKSI
Keterbatasan kita sering membuat kita membatasi karya Allah melalui kehidupan kita.

TEKADKU
Ya Tuhan, aku bersyukur untuk setiap kesulitan yang Engkau izinkan untuk aku hadapi. Aku akan belajar mengatasi kesulitan itu dengan selalu bersandar pada kasih dan kuasa-Mu.

TINDAKANKU
Selama tiga hari ini aku akan berdoa bagi seseorang yang aku kenal, yang sedang menghadapi kesulitan atau penderitaan yang cukup besar.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«