suplemenGKI.com

Bacaan : Ibrani 2 : 10 – 18

Tema :  Allah yang  turut menderita

Pengantar
Penderitaan seringkali menerpa kehidupan orang Kristen. Baik didalam keluarga, diri-sendiri maupun dalam masyarakat. Di satu sisi, penderitaan bisa membuat manusia semakin kuat dalam menjaga dan mempertahankan imannya. Tapi di sisi lain tak sedikit manusia yang karena penderitaan meninggalkan imannya. Dalam hal ini kualitas iman seseorang dapat dilihat ketika sedang menghadapi ujian dan penderitaan. Melalui renungan hari ini kita akan belajar melalui penderitaan Yesus Kristus untuk menyelamatkan manusia.

Pemahaman

  1. Teladan penderitaan seperti apa yang dilakukan oleh Yesus Kristus untuk keselamatan manusia ? ayat 10-11, 17-18
  2. Apa yang dilakukan oleh Yesus Kristus dalam karya kasih-Nya untuk manusia ? ayat 12-16.

Penulis kitab Ibrani menyebut Yesus sebagai pemimpin keselamatan ( Arkhegos ). Kata Arkhegos memiliki arti dasar seseorang yang mengawali sesuatu supaya orang-orang lain dapat ikut masuk ke dalamnya. Jika kata ini dihubungkan dengan Yesus Kristus sebagai imam besar yang mengorbankan diri-Nya sebagai korban keselamatan berarti Yesus Kristus adalah Arkhegos keselamatan kita. Yesus Kristus sudah merintis jejak menuju Allah supaya kita semuanya mengikutinya. Dan untuk memenuhi tugasnya sebagai perintis jalan keselamatan Yesus Kristus harus menderita. Mengapa ?

Pertama : Karena lewat penderitaan-Nya, benar-benar dijadikan sama dengan manusia. Yesus menjalani hidup di dunia ini selama 33 tahun dan ikut merasakan pengalaman manusiawi. Yesus sempurnah menjadi manusia melalui penderitaan-Nya, kematian-Nya dan kebangkitan-Nya. Yesus menjadi pribadi yang sepenuhnya telah melaksanakan tugas dan tujuan Allah. Lewat penderitaan-Nya Yesus benar-benar menjadi sama dengan manusia.

Kedua : Melalui identitas-Nya sebagaai manusia Yesus berempati dengan manusia. Melalui kehadiran Yesus, identitas kemanusiaan-Nya yang berempati menjadi tampak jelas. Ia merasakan kesusahan dan penderitaan manusia. Ia telah mengalami pencobaan melampaui apa yang yang seharusnya ditanggung oleh manusia, bahkan Ia rela mati di kayu salib  menggantikan posisi manusia.

Ketiga : Yesus benar-benar dapat menolong kita.  Tidak semua orang dapat memahami pergumulan, kesusahan dan penderitaan hidup kita. Namun Yesus sungguh-sungguh memahaminya dan mengerti kondisi kita. Dia sanggup memberikan yang terbaik bagi kehidupan kita. Oleh sebab itu datanglah kepada Yesus dan bersandarlah kepada-Nya.

Refleksi
Marilah kita merenungkan : Yesus Kristus telah mengambil rupa manusia, menderita, mati di kayu salib memberi keselamatan bagi manusia termasuk anda. Apakah yang akan anda lakukan kepada Yesus Kristus ?

Tekadku
Ya Yesus, sungguh, saya berterima kasih untuk pengorbanan-Mu.

Tindakanku
Sebagai ucapan syukurku, aku akan memberikan diriku, talentaku untuk pekerjaan Tuhan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«