suplemenGKI.com

Pertobatan

Nehemia 9:1-15

 

Pengantar
                Pernahkah anda punya pengalaman menasihati orang yang berbuat salah? Bagaimanakah reaksi mereka? Mudahkah ia/ mereka mengaku kesalahannya? Biasanya yang banyak kita jumpai adalah orang sulit sekali mengakui kesalahannya, bahkan seringkali justru ia menyalahkan orang lain atau mencari “kambing hitam”. Hari ini kita akan belajar tentang tokoh Nehemia yang berani mengakui kesalahannya, bahkan kesalahan bangsanya. 

Pemahaman
Ay 1-3, Apa yang telah dilakukan bangsa Israel?
Ay 4-6, Apa yang diperintahkan kaum Lewi kepada bangsa Israel?
Ay 7-15, Apa yang diceritakan oleh orang-orang Lewi kepada bangsa Israel?

Bangsa Israel berkumpul mensyukuri kepulangan mereka dari pembuangan di Babel. Ada banyak perasaan bercampur aduk dalam peristiwa itu, perasaan senang karena bisa berkumpul kembali di Yerusalem, perasaan terharu karena Tuhan menyatukan mereka, perasaan sedih karena keadaan di Yerusalem porak poranda. Bangsa Israel mulai menata dirinya sebagai bangsa yang baru saja keluar dari pembuangan dan penduduknya menata diri untuk hidup mandiri.

Bangsa Israel juga menata diri sebagai bangsa pilihan Allah, maka mereka mengumpulkan kembali orang-orang Lewi untuk menata ibadah mereka lagi. Mereka mencoba mengerti mengapa mereka sampai dibuang di Babel? Kesempatan inilah yang digunakan mereka untuk mengintrospeksi diri dan menyadari kesalahan dan dosa-dosa mereka. Maka orang-orang Israel memisahkan diri dengan semua orang asing, mereka berpuasa, mengenakan kain kabung dan dengan tanah di kepala sebagai tanda berkabung atau duka cita yang mendalam.

Orang-orang Lewi membacakan bagian-bagian dari Taurat Tuhan seperempat hari dan seperempat hari lagi mereka mengucapkan pengakuan dan sujud menyembah kepada Tuhan.

Setelah hal itu dilakukan orang-orang Lewi memerintahkan mereka untuk memuji-muji Tuhan, Tuhan yang mulia, Tuhan pencipta alam semesta yang sungguh ajaib dalam kehidupan mereka.

Pada bagian lain orang-orang Lewi mulai menceritakan bagaimana Tuhan memilih Abram dan membawanya keluar dari Ur-Kasdim dan menyebutnya Abraham. Tuhan juga memimpin bangsa Israel keluar dari Mesir sampai menuju ke tanah perjanjian. Ada banyak mujizat yang telah Tuhan perbuat kepada nenek moyang mereka, mulai dari membelah laut Teberau, dan menutupnya kembali, memberikan tiang awan di siang hari dan tiang api di malam hari. Tuhan juga memberikan hukum-hukum-Nya kepada bangsa Israel melalui Musa, hamba-Nya. Tuhan terus menunjukkan mujizat-Nya, dengan roti manna, burung puyuh, air dari gunung batu serta masuknya mereka ke Tanah Perjanjian. Semuanya ini diungkapkan oleh orang-orang Lewi untuk menyadarkan betapa Tuhan itu baik kepada Bangsa Israel.

Refleksi
Ambil beberapa menit untuk merenungkan: seberapa perlu saya bertobat dihadapan Allah? Seberapa besar saya bisa merasakan kasih Allah?

Tekad
Ya Tuhan, ampunilah kecongkakan hambamu ini, yang seringkali kami menganggap sebagai orang yang benar dihadapan-Mu. Demi Kristus kami berdoa.

Tindakanku
Hari ini saya mau belajar introspeksi diri sendiri dihadapan Tuhan dan mau melakukan pertobatan di hadapan-Nya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«