suplemenGKI.com

TUHAN, BIMBINGLAH AKU !

Mazmur 25:1-10

 

Pengantar
Pernahkah kita berada dalam situasi yang sulit? Apa penyebab kesulitan itu? Apa yang biasanya kita lakukan ketika berada dalam situasi yang sulit? Raja Daud juga pernah mengalami situasi yang sulit seperti diungkapkan dalam mazmur  25. Hari ini kita akan belajar dari pengalaman iman Daud ketika berada dalam kesulitan dan apa yang harus dilakukan di tengah kesulitan. Marilah kita merenungkannya!

Pemahaman

  • Ayat 1-3  : Bagaimanakah sikap iman Daud di tengah kesulitan yang harus dihadapi?
  • Ayat 4-7  : Mengapa Daud rindu berjalan di jalan TUHAN?
  • Ayat 8-10: Bagaimanakah pandangan Daud terhadap jalan TUHAN?

Saat di tengah kesulitan, Daud mencurahkan isi hatinya kepada TUHAN. Daud mengekspresikan perasaan-perasaannya saat berada dalam situasi sulit itu, yakni: rasa bersalah, tidak nyaman, tidak tenteram, rasa malu, merasa terhina karena musuh beria-ria, kebingungan, merasa sengsara, menderita dan tersesak (ay. 17), merasa sulit luar biasa, kesulitan yang menakutkan.

Dengan penuh kejujuran, dia menyadari bahwa situasi sulitnya itu terutama disebabkan oleh tindakannya sejak masa mudanya yang tidak terlepas dari dosa dan pelanggaran (lih. ay. 7, 8, 11). Alkitab mencatat beberapa dosa, kesalahan, atau pelanggaran Daud, antara lain adalah dosanya ketika berzinah dengan Betsyeba sekaligus membunuh Uria, suami Betsyeba, dengan pedang musuhnya.

Daud merasa tidak nyaman dengan situasi itu, namun seluruh keluh kesahnya,  kegelisahannya serta kegalauannya dicurahkan sepenuhnya hanya kepada TUHAN. Situasi sulit justru telah mendorong Daud untuk mencari TUHAN, mencari hikmat-Nya, dan bukan mencari yang lain. Daud tahu bahwa TUHAN  adalah Maha pengasih dan penyayang, kasih setia-Nya tidak berkesudahan.

Setiap orang pasti pernah mengalami kesulitan. Ada banyak penyebab kesulitan dan tidak tertutup kemungkinan situasi sulit itu tercipta karena dosa, kesalahan atau tindakan-tindakan bodoh yang kita lakukan. Hari ini, kita belajar dari pengalaman dan mazmur Daud, bahwa “sesulit apa pun situasi kita, sebesar apa pun dosa-dosa kita, TUHAN pasti mampu melepaskan kita dari kesulitan itu, pasti mau mengampuni dosa-dosa kita, semuanya demi kemuliaan-Nya dan kebaikan kita. TUHAN di atas segalanya, kasih-Nya melebihi kesulitan dan dosa-dosa kita. Dia mau menunjukkan kasih setia-Nya itu, agar kita juga berjalan dalam terang kasih-Nya. Dia mau membimbing kita agar melangkah di jalan kebenaran dan kehidupan.   

Refleksi:
Dalam keheningan, ingatlah kembali tentang apa yang kita lakukan di tengah kesulitan. Apakah Saudara telah mencurahkan isi hati kepada TUHAN? Apakah Saudara telah membuka diri untuk dibimbing TUHAN?

Tekadku:
Ya TUHAN, mampukanlah aku untuk menghadapi kesulitan dengan membuka diri akan bimbingan-Mu. Arahkanlah langkahku agar berjalan di jalan kebenaran yang Engkau tunjukkan.

Tindakanku:
Setiap pagi aku akan menyatakan tekad untuk berjalan dalam bimbingan TUHAN, seperti terungkap dalam syair lagu KJ 406:

“Ya TUHAN, bimbing aku di jalanku, sehingga ‘ku selalu bersama-Mu.
Engganlah ‘ku melangkah setapak pun, ‘pabila Kau tak ada disampingku.”

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«