suplemenGKI.com

Jumat, 26 Mei 2017

25/05/2017

MEMURNIKAN IMAN

I Petrus 4:12-19

 

PENGANTAR
Di salah satu stasiun televisi swasta, kita bisa melihat tayangan “Fear Factor”.  Dalam acara ini para peserta ditantang untuk melakukan berbagai kegiatan yang berbahaya, menakutkan bahkan harus makan makanan yang menjijikkan.  Mengapa para peserta mau melakukannya? Karena ada hadiah sebesar $50.000 AS (sekitar lima ratus juta rupiah) diberikan kepada peserta yang menjadi juara.  Dalam acara fear factor ini, para peserta rela menderita sesaat ketika mereka berlomba untuk mendapatkan hadiah uang $50.000 AS itu.  Bagaimana rasul Petrus memberi nasihat kepada orang percaya ketika menghadapi penderitaan oleh karena iman dalam hidup di dunia ini?  Mari kita baca dan pelajari. 

PEMAHAMAN

  • Ayat 12: Apa kata Petrus tentang penderitaan bagi orang percaya?
  • Ayat 13-14: Bagaimana seharusnya sikap orang percaya dalam menghadapi penderitaan?  Mengapa?
  • Ayat 15: Penderitaan sebagai orang percaya dikontraskan dengan penderitaan akibat kejahatan.  Apa maksudnya?
  • Penderitaan seperti apakah yang saudara hadapi berkaitan dengan iman kepada-Nya?  Apa dampaknya terhadap iman saudara?

Pernyataan rasul Petrus tentang penderitaan bagi orang percaya sangat mengherankan “Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu.” (ay.12)  Ternyata tidak heran jika orang percaya menghadapi penderitaan di dunia ini karena imannya.  Petrus tidak hanya bicara tetapi sudah mengalaminya sendiri sebagai martir Allah.  Petrus memandang penderitaan itu sebagai ujian imannya kepada Kristus.

Penderitaan yang dialami orang percaya di dunia ini berbeda dengan penderitaan yang dialami para peserta  dalam acara “Fear Factor”.  Orang percaya diminta memiliki keteguhan menjalani penderitaan di dunia ini bukan untuk mendapatkan sebuah pujian atau penghargaan dunia.  Tetapi ada yang jauh lebih penting yaitu kemurnian iman kepada-Nya.  Petrus memberikan tanda awas, dengan mengkontraskan penderitaan sebagai ujian iman dengan penderitaan akibat kejahatan.  Bahwa penderitaan sebagai ujian untuk menghasilkan iman yang murni itulah yang seharusnya menjadi bagian dalam hidup orang percaya.  Bukan penderitaan sebagai hukumanakibat tindakan kejahatan (ay.15).

Ada dua alasan mengapa orang percaya mengalami penderitaan sebagai ujian dari iman.  Pertama, melalui penderitaan orang percaya belajar setia sebab Dia telah terlebih dulu mengalami penderitaan (ay.13).  Ingatlah bahwa Kristus telah terlebih dahulu menderita untuk memperteguh iman kita.  Penderitaan-Nya adalah bukti kesetiaan-Nya bagi iman kita, bukti kesempurnaan kasih dan setia-Nya.  Kedua,penderitaan orang percaya bertujuan agar Tuhan dimuliakan melalui iman dan kesetiaan (ay.14,16).  Sejarah gereja mula-mula membuktikan bahwa justru melalui penderitaan nama Tuhan semakin dikenal di Yerusalem (Kis. 4:1-4).  Bukan hanya itu, para pengikut Kristus juga semakin teguh imannya walaupun tantangan menghadang.Jadi, bagi orang percaya korelasi iman dan penderitaan adalah penderitaan memurnikan iman dan kemurnian iman ditemukan di tengah-tengah penderitaan.

REFLEKSI
Mari merenungkan: penderitaan bagi orang percayaseharusnya justru menghasilkan iman yang teguh kepada Tuhan.  Mintalah pertolongan-Nya.

TEKADKU
Tuhan tolong aku agar memiliki kekuatan dalam menghadapi ujian iman melalui penderitaan.

TINDAKANKU
Ketika menghadapi penderitaan yang memurnikan iman, aku mau membuka hati untuk dimurnikan-Nya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»