suplemenGKI.com

Jumat, 26 Juni 2020

25/06/2020

Roma 6:1-14

 

“Mati bagi dosa dan hidup bagi Allah”

Pengantar:

Ada seorang pemuda sebatang kara yang harus dipenjara karena dituduh mencuri oleh tetangganya. Suatu hari ada seorang pejabat datang ke penjara tersebut, ia melihat ada seorang pemuda yang murung. Pejabat itupun tergerak ingin mengetahui siapa pemuda tersebut. Setelah diketahui bahwa ia hanyalah sebatang kara dan dipenjara karena dituduh mencuri, maka timbul belas kasihan terhadap pemuda malang itu. Singkat cerita pejabat itu mengurus perkaranya dan membebaskannya. Ia berkata kepada pemuda itu “Maukah kamu ikut saya dan menjadi anak saya?” Pemuda itu menangis terharu karena ada orang yang mempedulikannya. Sejak saat itu pemuda tersebut berubah menjadi pemuda yang memiliki masa depan cerah. Bacaan hari ini mengingatkan kita tentang belas kasih Allah pada kita.

Pemahaman:

  1. Apa yang bisa kita hayati melalui pernyataan-pernyataan Paulus di ayat 1-4?
  2. Apa yang hendak ditekankan Paulus mulai dari ayat 5-12?
  3. Apa yang hendak ditekankan oleh Paulus bagi setiap orang percaya? (v. 13-14)

Menarik sekali, Paulus membuka Roma 6 ini dengan pertanyaan yang sangat penting “Bolehkah kita bertekun dalam dosa, supaya semakin bertambah kasih karunia itu? Sekali-kali tidak!” Hal itu menunjukan bahwa dosa telah membuat manusia menuju pada kebinasaan dan manusia tidak mampu menolong dirinya lepas dari dosa. Namun kasih karunia Allah di dalam Tuhan Yesus Kristus telah membebaskan manusia dari dosa sehingga boleh hidup dalam pengharapan. Seharusnya setiap kita yang telah menerima kasih karunia dari Allah tidak lagi bertekun dalam dosa. Kata bertekun menerangkan: Keseriusan, kegigihan dan perjuangan. Ironis sekali jika kita yang telah bebas dari dosa, tetapi masih serius, gigih dan berjuang hidup di dalamnya dengan mengabaikan kasih karunia Allah dalam hidup kita! Pada bagian ini Paulus hendak menekankan bahwa, kita yang telah mengalami kasih karunia Allah, jangan lagi membuka celah bagi dosa untuk berkuasa dalam hidup kita. Ketika kita mengalami kasih karunia Allah, maka kita telah mengalami hidup yang baru oleh karena karya kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus Kristus. Pernyataan Paulus mulai dari ayat 5-10 menegaskan bahwa dosa kita telah ditanggung oleh Yesus melalui kematian-Nya, dan kebangkitan-Nya adalah kemenangan atas dosa, yang juga seharusnya menjadi kemenangan kita juga yang telah menerima kasih karunia-Nya. Itu sebabnya kita tidak boleh lagi bertekun dalam dosa. Hidup kita yang sudah menerima belas kasihan Allah adalah sudah mati bagi dosa, dan hidup bagi Allah untuk melayani Allah dan berserah kepada Allah.

Refleksi:
Pernahkah saudara menyadari bahwa sejak kita percaya dan menerima Yesus, kita sudah dibebaskan dari kuasa dosa dan hidup dalam kasih karunia-Nya. Itulah kasih karunia Allah.

Tekadku:
Ya Tuhan, saya sungguh bersyukur kepada-Mu karena boleh hidup dalam kasih karunia-Mu.

Tindakanku:
Saya mau lebih bertekun untuk hidup bagi Tuhan melalui melayani-Nya sesuai dengan kasih karunia-Nya dalam hidup saya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«