suplemenGKI.com

Setia Sampai Mati

 

Wahyu 2:8-11

 

Pengantar
Banyak orang yang menolak hal-hal yang berkaitan dengan kesusahan, kesakitan dan penderitaan, bahkan untuk membicarakan hal-hal tersebutpun orang enggan. Orang lebih senang membicarakan kesenangan, kesuksesan, kekayaan, kekuasaan, kemakmuran dan hal-hal yang menyenangkan lainnya. Dalam keadaan yang demikian maka orang akan senang untuk menikmatinya bahkan sampai matipun mau. Bagaimana kalau keadaannya kurang baik bahkan mengalami penderitaan, apakah orang masih mau setia dalam penderitaannya? Mari kita belajar dari jemaat di Smirna.

Pemahaman
Ay 8-9,      Bagaimana keadaan jemaat di Smirna, baik ekonomi maupun kerohaniannya?

Ay 10,        Apa yang dikatakan Tuhan kepada Jemaat Smirna tentang penderitaan dan apa janji Tuhan kepada mereka?

Ay 11,         Apa yang dijanjikan Tuhan bagi para pemenang?

Kota Smirna adalah salah satu kota yang paling makmur di Asia kecil dan mendapat julukan ”metropolis”. Di sini terdapat banyak orang Yahudi dan memiliki kekuatan yang besar. Banyak orang-orang Yahudi yang memiliki kepahitan dengan gereja dan kepada Yesus Kristus. Sedangkan di Smirna orang-orang Kristen termasuk kaya namun kerohanian mereka tidak bertumbuh.

Dalam keadaan yang demikian maka terjadi pergesekan antara orang-orang Yahudi dan orang-orang Kristennya. Maka banyak orang-orang Yahudi yang memfitnah orang-orang Kristen yang percaya kepada Yesus Kristus sebagai orang kafir. Yohanes menyebut bahwa orang-orang Yahudi yangmemfitnah atau yang memusuhi kekristenan sebagai jemaat iblis.

Bahkan dari jemaat Smirna akan ada yang menderita akhibat perbuatan orang-orang Yahudi yang memusuhi tersebut, sampai ada yang masuk penjara. Namun Tuhan Yesus mengingatkan bahwa kesusahan itu akan berlangsung cepat/singkat (10 hari). Maka Tuhan mengharapkan bahwa orang-orang Kristen di Smirna tetap setia sampai mati dan Tuhan Yesus akan mengaruniakan kepada mereka mahkota kehidupan.

Tuhan Yesus mengharapkan jemaat di Smirna menjadi pemenang-pemenang dalam menghadapi kesulitan atau kesusahan yang ada dengan mengandalkan kekuatan dari Tuhan.

Refleksi
Ambil waktu sejenak untuk merenungkan: Bagaimana sikap saya terhadap harta yang ada di dalam hidup saya? Apakah harta yang ada mempengaruhi pertumbuhan iman saya? Apakah saya tetap setia kepada Tuhan ketika ada penderitaan?

Tekad
Ya Tuhan sering kali kami mudah berjanji setia denganMu, ketika keadaan baik-baik aja. Namun kalau keadaannya susah, sedih atau duka, kami mudah menyalahkan Tuhan. Ampunilah kami ya Tuhan.

Tindakanku
Hari ini belajar setia dalam perkara-perkara yang kecil, dan mengucap syukur untuk semua peristiwa yang ada.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«