suplemenGKI.com

Mazmur 26: 1-12

DOA YANG ADIL DALAM MEMOHON KEADILAN

PERTANYAAN PENUNTUN PEMAHAMAN ALKITAB

1. Dalam kalimat pembuka doanya, apa yang sebenarnya diminta oleh pemazmur kepada Tuhan? Menurut Anda, pergumulan apa yang sedang dihadapi oleh pemazmur?

2. Mengapa persoalan itu terasa begitu berat bagi pemazmur? Apa yang sudah ia lakukan dalam hidupnya selama ini? Sudahkah ia berlaku adil?

3. Menurut Anda, apakah semua orang yang berdoa memohon keadilan adalah orang-orang yang sudah berlaku adil tetapi diperlakukan tidak adil oleh orang lain? Atau adakah kemungkinan orang berdoa memohon keadilan untuk dirinya tetapi ia sendiri tidak berlaku adil?

4. Bagaimana dengan pemazmur, termasuk kategori yang mana dari dua model orang diatas?

5. Dengan demikian, apa yang bisa Anda pelajari dari pemazmur hari ini tatkala berdoa memohon keadilan dari Tuhan?

RENUNGAN

Mazmur ini berasal dari zaman raja-raja pada lembaga pengadilan suci di Bait Kudus. Jika seseorang dituduh telah melakukan kesalahan dan ia tidak dapat membuktikan bahwa dirinya tidak bersalah, maka orang itu akan naik banding kepada Tuhan sebagai Hakim Tertinggi. Orang itu harus mengangkat sumpah dan mengulang sumpahnya di bait Suci, dan Tuhan yang akan mengadilinya. Pemazmur mencari keadilan di hadapan Allah, dan Allah diminta untuk bertindak sebagai hakim.

Sama seperti yang kita renungkan dalam saat teduh kemarin, keberanian pemazmur untuk naik banding di hadapan Allah adalah karena memang selama ini ia menjaga hidupnya tetap benar di hadapan Allah. Pemazmur tidak pernah terlibat pada tindakan yang bertentangan dengan kehendak Allah (ayat4-5). Tindakan membasuh tangan menunjukkan bahwa tangan pemazmur tidak pernah mencurahkan darah (ay.6). Pemazmur berani karena ia tahu dirinya tidak bersalah. Dengan kata lain, ketika pemazmur memohon keadilan dari Tuhan, ia sendiri juga memperjuangkan hidupnya seadil mungkin bagi orang lain. Pemazmur yakin yang bisa menolongnya memberikan keadilan hanyalah Tuhan, tetapi ia tidak hanya menuntut Tuhan melakukan bagianNya, melainkan ia sendiri juga melakukan tanggung jawabnya hidup dengan adil di hadapan Tuhan dan sesama.

Zaman sekarang ini semuanya serba berkebalikan. Orang-orang yang bersalah, yang sudah jelas-jelas berlaku tidak adil, justru menjadi orang yang berteriak paling keras agar dirinya diperlakukan dengan adil. Pada saat ia berlaku tidak adil, ia tetap tenang-tenang saja dan tidak peduli pada teriakan orang-orang yang menjadi korban ketidakadilannya. Tetapi sedikit saja ia diperlakukan tidak adil, barulah ia berteriak menuntut dirinya mendapatkan keadilan. Dengan kata lain, kita perlu berhati-hati agar kita tidak hanya suka mengejar keadilan bagi diri kita sendiri, namun tutup mata terhadap kebutuhan orang lain untuk juga diperlakukan adil. Termasuk dengan Tuhan, biarlah kita belajar seperti pemazmur, pada saat memohon keadilan dari Tuhan, biarlah Tuhan melihat bahwa orang yang sedang memohon keadilan kepadanya, benar-benar adalah orang yang tahu apa dan bagaimana hidup adil itu sendiri.

Sebelum berdoa memohon keadilan, praktikkanlah keadilan itu terlebih dahulu, supaya Tuhan melihat apakah Anda betul-betul mengerti arti keadilan itu sendiri

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«