suplemenGKI.com

Bacaan Markus 9: 38-41

KAWAN ATAU LAWAN

 

PENGANTAR

Sering kali kita berpikir bahwa orang-orang yang sepaham dengan kita adalah golongan kita, sedangkan yang lain tidak. Bahkan ketika kita menganggap bahwa golongan kita yang baik maka secara otomatis kita berpikir golongan di luar kita tidak baik bahkan lawan kita. Betapa mudahnya kita menganggap orang lain itu adalah lawan kita.Bagaimana sikap murid-murid dan Yesus terhadap orang lain?

PEMAHAMAN

Ay 38,          Apa yang dikatakan Yohanes ketika melihat orang lain yang bukan pengikut-Nya?

Ay 39-40,   Apa yang di katakan Yesus, terhadap reaksi Yohanes terhadap orang lain itu?

Ay 41,         Apa yang di katakan Yesus berkaitan dengan penerimaan seseorang terhadap murid-muridNya?

Ketika Tuhan Yesus melakukan pelayanan-Nya di dunia ini terutama di Israel, banyak orang semakin mengenal Yesus dan mengetahui apa yang dilakukan-Nya, karena mereka melihat langsung apa yang dikatakan dan diperbuat-Nya. Demikian pula pelayanan murid-murid-Nya yang juga dilihat dan dirasakan oleh orang banyak. Maka tidak mengherankan banyak orang yang berusaha untuk meniru apa yang dilakukan oleh Yesus dan para murid-Nya. Ini terbukti bahwa Yohanes menjumpai orang yang bukan pengikut Yesus mengusir setan demi nama Yesus. Yohanes dengan segera melarang orang tersebut karena dianggap tidak sebagai pengikut Yesus.

Maka kejadian yang dialami oleh Yohanes ini segera diceritakan kepada Tuhan Yesus. Tuhan Yesus menanggapi apa yang dilakukan Yohanes sebagai hal yang salah, karena bagi Yesus orang yang mengusir setan demi nama Yesus, maka seketika itu juga ia tidak mungkin akan mengumpat nama Yesus, orang yang demikian bukan sebagai orang yang melawan Yesus namun justru orang yang memuliakan Yesus atau orang yang ada dipihak Yesus, bukan lawan namun kawan.

Yesus juga mengingat bahwa orang –orang yang ada di pihakNya termasuk juga orang yang menyambut murid-muridNya sebagai pengikut Yesus. Orang orang yang menyambut pengikut Yesus dan memperlakukan dengan baik termasuk memberi minum secangkir air maka Tuhan tidak akan lupa memberikan upahnya.

Bagaimana sikap kita kepada orang-orang yang tidak sepaham / segolongan/sesuku dengan kita? Apakah kita tetap menganggap sebagai orang yang harus di lawan ataukah dia/mereka juga bisa dianggap sebagai kawan?

REFLEKSI
Renungkan sejenak : Seringkah kita menganggap orang lain sebagai lawan kita? Bisakah kita bekerja bersama-sama dengan orang-orang lain?

TEKADKU
Ya, Tuhan sering kali kami menganggap orang lain yang tidak sepaham, sekelompok, segolongan, segereja sebagai lawan kami, Ampunilah kami ya Tuhan dan perbaharuilah kami. Amin

TINDAKANKU
Hari ini saya berjumpa dengan orang-orang lain, sekalipun dia tidak sama/ segolongan/sepaham dengan saya, saya akan menganggap dia/mereka adalah kawan bukan lawan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*