suplemenGKI.com

Jumat, 25 Mei 2018

24/05/2018

Yohanes 3:1-15

LAHIR BARU ATAU MOBIL BARU?

PENGANTAR
Banyak orang Kristen masa kini yang lebih mementingkan berkat-berkat jasmani daripada berkat-berkat rohani.  Mukjizat, seperti kesembuhan, secara keliru digunakan sebagai ukuran iman.   Dibandingkan ajakan untuk mempelajari firman Tuhan, ajakan untuk mendapatkan berkat materi: kekayaan, kemakmuran, dan kesuksesan jauh lebih menarik bagi banyak orang. Singkatnya, mobil baru lebih menarik daripada lahir baru. Apa akibatnya? Pemahaman iman menjadi dangkal, dan karakter tidak bertumbuh. Kasih kepada Allah dan sesama pun tidak terwujud.

 

PEMAHAMAN
Nikodemus adalah seorang Farisi, sebuah kelompok yang teguh berpegang pada ajaran Yudaisme. Nikodemus sangat tertarik dengan ajaran Yesus sehingga dia menemui Yesus secara pribadi.  Dari inisiatif yang ditunjukkannya dan dari diskusinya dengan Yesus dapat kita lihat bahwa Nikodemus adalah seorang yang membuka diri untuk terus belajar.

  • Ay. 1-2.  Sebagai apakah Nikodemus menyebut Yesus? Menurut Anda, mengapa Nikodemus memanggil Yesus dengan sebutan itu? (Bandingkan dengan cara Yesus menyebut Nikodemus (ay.10)).  Hal apakah yang membuat Nikodemus tertarik pada pengajaran Yesus?
  • Ay. 3-7.  Mengapa Yesus “mengalihkan pembicaraan” ke arah kelahiran kembali?  Apa yang dimaksud Yesus dengan kiasan ini?
  • Ay. 8-15.  Apa peranan Roh Kudus dalam kelahiran kembali tersebut? (ay.8-10)  Bagaimana kita seharusnya menanggapi pekerjaan Roh Kudus itu? (ay.11-15)

Nikodemus memanggil Yesus dengan sebutan Rabi karena memang mengenal Yesus sebagai seorang pengajar. Namun, bagi Nikodemus,  Yesus adalah seorang Rabi yang berbeda dari rabi-rabi yang lain. Yesus bukan hanya mengajar melainkan juga membuat tanda-tanda (atau mukjizat-mukjizat).  Tanda-tanda inilah yang membuat Nikodemus menyimpulkan bahwa Yesus adalah seorang guru yang diutus Allah.

Kekaguman pada mukjizat-mukjizat memang sering membuat banyak orang datang kepada Yesus dan percaya kepada-Nya.  Namun, untuk melihat Kerajaan Allah tidak cukup hanya dengan mengagumi mukjizat-mukjizat yang dilakukan Yesus.  Untuk melihat Kerajaan Allah diperlukan kelahiran kembali secara rohani.  Artinya, seseorang harus siap untuk memasuki dan menjalani sebuah kehidupan yang baru.  Tentu saja, lahir baru adalah karya Roh Kudus.  Namun, kita juga perlu taat dan berserah diri sepenuhnya terhadap pekerjaan Roh Kudus di dalam hati kita.  Dengan cara seperti inilah kita percaya kepada Kristus dan memperoleh hidup kekal.

REFLEKSI
Hidup kekal kita dapatkan bila kita memahami dan percaya kepada karya penebusan-Nya, bukan karena kita mengagumi mukjizat-mukjizat-Nya.

TEKADKU
Ya Tuhan, tolonglah semakin rajin dan tekun mempelajari firman-Mu.

TINDAKANKU
Aku akan mempelajari lagi pemahaman dasar mengenai kelahiran baru dan keselamatan di dalam Yesus Kristus, baik dengan cara membaca buku atau melalui ceramah atau diskusi.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»