suplemenGKI.com

I Korintus 12:12-18

HIDUP HARMONIS DALAM SATU TUBUH

Pengantar
Kota Korintus merupakan sebuah kota pelabuhan yang berjarak 50 mil dari kota Athena. Posisinya sangat strategis. Kota Korintus menjadi lalu lintas perdagangan internasional. Kondisi ini tentu menciptakan masyarakat yang beragam, modern dan maju namun bermoral rendah. Hal ini disebabkan Korintus menjadi tempat pertemuan banyak sekali agama dan ajaran filsafat. 

Jemaat Kristen di Korintus sangat rentan terhadap kondisi dan situasi sekitar mereka. Tidak sedikit persoalan harus dihadapi Paulus di jemaat Korintus. Masalah percabulan, penyembahan berhala, sikap yang seenaknya dalam persekutuan dan sebagainya.

Pemahaman
Ayat 12-13           Persoalan apa yang sedang dihadapi Paulus ?
Ayat 14-18           Analogi apa yang Paulus gunakan untuk menjelaskan tentang peran dan fungsi dalam tubuh jemaat?

Salah satu persoalan yang juga dihadapi Paulus dalam jemaat adalah perihal karunia Roh. Tampaknya Paulus menyinggung hal ini dalam suratnya karena ada masalah prinsip mengenai karunia Roh. Jemaat Kristen di Korintus berselisih hingga menimbulkan keretakan dalam tubuh jemaat. Perselisihan itu muncul akibat motivasi yang tidak benar dalam pelayanan. Masing-masing merasa jauh lebih penting daripada yang lain. Masing-masing merasa mereka memperoleh karunia Roh sedangkan yang lain tidak. Akibatnya terjadi pertengkaran karena yang satu menganggap diri lebih baik daripada yang lain

Paulus menggunakan analogi tubuh manusia untuk menjelaskan tentang peran dan fungsi masing-masing orang dalam jemaat. Dimana ada banyak anggota namun memiliki peran dan fungsi yang berbeda. Namun perbedaan itu untuk saling menyempurnakan (ayat 14-18).

Perbedaan peran dan fungsi dalam kehidupan bergereja perlu untuk menjadi perhatian buat umat. Seringkali ada orang-orang dalam gereja yang menganggap dirinya lebih penting daripada yang lain. Namun ada juga yang menganggap dirinya lebih berharga ketimbang yang lain. Sikap-sikap demikian seringkali menjadi awal mula munculnya perselisihan dan perpecahan. Umat diingatkan bahwa didalam tubuh gereja setiap orang punya peran dan fungsi masing-masing. Dihadapan Kristus sang kepala gereja semua sama. Memiliki tanggungjawab yang sama. Oleh karenanya membangun kerjasama menjadi sebuah hal yang tepat untuk kemajuan sebuah persekutuan

Refleksi
Persekutuan jemaat terdiri dari banyak orang dengan latar belakang yang berbeda-beda. Namun Tuhan memberi tanggungjawab kepada semua. Semua orang memiliki peran dan semua orang juga memiliki fungsi. Tidak ada yang tidak berguna. Tuhan mau memakai semua orang untuk mewujudkan rencana-NYA.

Tekadku
Ya Allah, setiap orang telah Engkau panggil dan kepadanya Engkau berikan tanggungjawab. Oleh karena itu ya Allah, mampukan kami mengerjakan tanggung jawab yang Engkau sudah percayakan. Mampukan kami untuk saling bertolong-tolongan dan saling mendukung, agar rencanaMU terwujud

Tindakanku
Terlibat aktif dan membuka diri untuk bekerjasama dalam persekutuan dan pelayanan di gereja

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«