suplemenGKI.com

SEGALA YANG BERNAFAS MEMUJI DIA

Mazmur 148

 

Pengantar
Pada suatu kesempatan, saya dan keluarga pergi ke sebuah tempat wisata yang sangat sejuk dan asri. Tempat itu begitu mengesankan, karena di pagi hari kami dapat menghirup udara segar, mendengar kicauan burung, menyaksikan dedaunan yang menghijau, serta bunga dengan beraneka warna nan rupawan. Hati pun berdecak kagum atas keindahan dan kejutan yang Tuhan berikan melalui pemandangan di sekitar kami.  Tuhan menciptakan segala sesuatunya dengan sangat baik. Saudara, hari ini kita akan merenungkan ajakan pemazmur pada segala yang bernafas di muka bumi untuk memuji Tuhan.

Pemahaman

  • Ayat 1-6         : Mengapa pemazmur mengajak semua ciptaan Tuhan yang ada di langit untuk memuji Dia?
  • Ayat 7-13       : Mengapa pemazmur mengajak semua ciptaan Tuhan yang ada di bumi untuk memuji Dia?
  • Pelajaran apakah yang saudara dapatkan melalui perenungan pada pagi ini?

Mazmur 148 merupakan mazmur yang mengajak semua ciptaan Tuhan untuk memuji dan memuliakan nama-Nya. Dalam tradisi Yahudi, orang-orang Yahudi melakukannya pada waktu sembahyang pagi. Ayat 1-4 menceritakan bahwa pemazmur mengajak seluruh ciptaan Tuhan yang ada di langit untuk memuji Tuhan. Ciptaan Tuhan itu meliputi segala malaikat-Nya, tentara-Nya, benda-benda penerang, serta langit. Pemazmur mengajak semua yang ada di langit untuk memuji Tuhan karena Allah menciptakan mereka dengan Firman-Nya (ayat 5). Allah bukan hanya menciptakan, tetapi juga memelihara dan memberikan ketetapan pada ciptaan-Nya untuk taat kepada-Nya (ayat 6). Hal ini menunjukkan bahwa Allah itu berdaulat atas ciptaan-Nya.

Pemazmur juga mengajak semua ciptaan Tuhan yang ada dibumi untuk memuji-Nya (ayat 7-13). Ciptaan Tuhan yang ada di bumi itu meliputi  semua binatang, samudera raya, alam, dan semua orang dari berbagai kalangan. Ia menciptakan segala sesuatu agar masing-masing ciptaan-Nya dapat berkarya secara maksimal dan saling menopang satu sama lain. Setinggi atau sehebat apapun ciptaan-Nya, tidak ada yang sanggup menandingi kekuasaan-Nya. Hanya Tuhan-lah yang termulia dan mengasihi semua yang diciptakan-Nya.

Refleksi
Jika kita melihat kebesaran Tuhan atas alam semesta, kita akan terkagum dan tak henti-hentinya menaikkan ucapan syukur. Hal ini mengingatkan kepada kita bahwa segala yang kita miliki dan banggakan, sesungguhnya tidak berarti apa-apa dibandingkan dengan kehebatan dan kekuasaan yang Tuhan miliki. Oleh karena itu, marilah kita senantiasa memberi diri untuk taat pada kekuasaan-Nya.

Tekadku
Tuhan, ajarlah aku untuk selalu memuji kebesaran-Mu atas seluruh ciptaan di bumi.

Tindakanku
Aku akan menutup perenungan pagi ini dengan menyanyikan PKJ 55 , “Hai Puji Nama-Nya” (dapat memilih lagu yang lain), sebagai ungkapan syukurku atas kebesaran-Nya dalam seluruh ciptaan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«