suplemenGKI.com

Jumat, 24 Maret 2017

23/03/2017

MELIHAT DENGAN TERANG

Efesus 5:8-14

 

PENGANTAR
“Kegelapan sesungguhnya tidak ada. Yang ada hanyalah ketiadaan cahaya”, demikian pernyataan seorang tokoh.  Terlepas dari apa sebenarnya yang dimaksud sang tokoh;  namun pernyataan tersebut mengajarkan bahwa segala sesuatu menjadi tampak atau terlihat ketika di bawah terang.  Demikianlah seharusnya hidup orang percaya, bukan menjadi gelap tapi menerangi.  Mari kita pelajari lebih lanjut bagian ini.

PEMAHAMAN

  • Ayat 8 : Perubahan status seperti apa yang Paulus sampaikan mengenai orang percaya?
  • Ayat 9-11: Apa yang menjadi ciri khas ‘terang’dalam kehidupan?
  • Ayat 13: Adakah dampak dari ‘terang’ bagi kehidupan?
  • Setujukah saudara bahwa status orang percaya adalah menjadi terang?Apa konsekuensinya?

Dalam surat kepada jemaat Efesus, Paulus menyebut jemaat Tuhan sebagai “terang di dalam Tuhan” (ayat 8).  Memang sebelum menjadi orang percaya, mereka hidup dalam kegelapan dengan cara melakukan rupa-rupa kecemaran dan keserakahan (ayat 3). Tetapi setelah menjadi orang percaya, jemaat Efesus bukan hanya mempunyai Sang Terang Hidup, yaitu Yesus, tetapi juga dapat menjadi terang di dalam Tuhan.  Mereka tidak lagi berjalan dalam kegelapan atau mengambil bagian dalam perbuatan-perbuatan kegelapan (ayat 11).  Sebaliknya, Paulus menasihati, hendaknya mereka hidup sebagai anak-anak terang (ayat 8).   Buah dari terang dapat dilihat dari “kebaikan, keadilan dan kebenaran” (ayat 9) yang mewujud di dalam kehidupan.  Selain itu, jemaat sebagai anak-anak terang juga harus menjadikan kehendak Tuhan sebagai referensi segala sesuatu: apakah berkenan kepada Tuhan atau tidak? Di dalam terang, segala sesuatu yang gelap akan menjadi terlihat.  Tidak ada yang bisa bersembunyi di bawah terang.  Terang menjadikan mata bisa membedakan mana yang baik dan buruk.

Bagi Paulus, terang Tuhan bersifat menembus segala sesuatu.  Apa yang tersembunyi pasti disingkapkan oleh sifat terang, sebab “semua yang nampak adalah terang” (ayat 13).  Melihat di dalam dan melalui terang Tuhan menjadi panggilan hidup setiap orang pecaya.  Tuhan telah menebus dari cara hidup lama, menuju kepada yang baru.  Tuhan sudah memberikan terang-Nya agar kita pun bisa melihat dengan terang.  Paulus mengajak setiap orang percaya untuk “bangun. . . dan bangkit dari antara orang mati dan Kristus akan bercahaya atas kamu” (ayat 14).  Mari kita sambut panggilan itu dengan melakukan tugas masing-masing, jadilah terang di manapun di dalam kebaikan, keadilan dan kebenaran.

REFLEKSI
Mari merenungkan: hidup dalam Kristus seharusnya memampukan orang percaya melihat segala sesuatu dengan terang-Nya dan memampukan menjadi terang bagi sekitar.

TEKADKU
Tuhan tolonglah aku agar setiap saat terang-Mu menerangi hati dan pikiranku, sehingga aku dimampukan memandang segala peristiwa dalam hidupku sesuai kehendak-Mu.  Dan jadikanlah aku terang-Mu yang menyatakan kehendak-Mu.

TINDAKANKU
Setiap hari aku mau membuka hati, pikiran dan sikapku untuk diterangi dengan kehendak-Nya sehingga aku pun dimampukan menjadi terang bagi sekitar.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«