suplemenGKI.com

Jumat, 24 Juni 2016

23/06/2016

KEMERDEKAAN DALAM KASIH

Galatia 5:13-15

 

PENGANTAR
Mungkinkah kehidupan dijalani tanpa aturan yang menjadi pemandu kehidupan itu sendiri?  Bila jawabannya mungkin, apakah dengan demikian kemerdekaan hidup di dalam Kristus adalah kehidupan yang juga lepas dari aturan dan tuntutan sosial?  Mari temukan jawabannya. PEMAHAMAN

Ayat 13           :  apa yang Paulus katakan tentang status orang percaya?

Ayat 14           :  apa yang menjadi inti dari kebenaran?

Ayat 15           :  apa tanda atau bukti seseorang hidup merdeka dalam Kristus?

Apa yang menjadi tanda bahwa Kristus telah memerdekakan?

Yesus melalui kematian-Nya di kayu salib dan kebangkitan-Nya dari kubur telah memerdekakan setiap orang yang percaya kepada-Nya dari perbudakan kutuk dosa. Kita juga dibenarkan oleh Yesus Kristus karena anugerah kasih karunia melalui iman bukan karena melakukan hukum Taurat. Orang Kristen adalah orang yang bebas merdeka secara rohani, dalam arti merdeka dari kutuk dosa, dari maut, dari iblis dan dari  melakukan hukum Taurat sebagai syarat keselamatan. Masalahnya kemerdekan rohani yang diberikan Allah kepada  kita yang percaya bisa diselewengkan menjadi kemerdekaan yang tanpa disiplin rohani.  Kebebasan yang tanpa kebenaran dan keadilan.  Kemerdekaan rohani yang dilecehkan oleh orang Kristen sendiri.  Paulus mengingatkan status orang percaya, “memang kamu telah dipanggil untuk merdeka.  Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa” (ayat 13).

Paulus mendorong orang percaya untuk membuktikan status merdeka itu bukan dengan kata atau sekadar keyakinan, melainkan melalui karya kasih dalam kehidupan, “layanilah seorang akan yang lain oleh kasih” (ayat 14).  Pola kehidupan yang sangat berbeda dibanding ketika hidup di bawah hukum Taurat.  Segala hal baik yang dilakukan ditimbang sah tidaknya menurut aturan.  Kalaupun boleh pasti bersyarat untuk melakukannya.  Keinginan untuk melakukan hal baik, akhirnya terhenti karena saratnya aturan yang sulit dipenuhi.  Kemerdekaan hidup dalam Kristus membentuk dan mengutus kita untuk melakukan segala sesuatu di dalam dan melalui kasih.  Kasih menjadi tolok ukur kebenaran hidup yang dimerdekakan dalam Kristus.  Sebab kasih selalu selaras dengan kebenaran di dalam Kristus.  Itu sebabnya Paulus mempersoalkan sikap-sikap yang bertentangan dengan kasih, “menggigit dan menelan….saling membinasakan” (ayat 15).  Kemerdekaan Kristen semata-mata berdasarkan kasih Allah (Yoh. 3:16), maka orang yang telah menerima kemerdekaan Kristus akan menyatakan kasih itu dalam perbuatan nyata.  Sebaliknya orang yang masih bergumul dalam hal mengasihi dan berbuat bagi sesama, jangan-jangan dalam hidupnya belum mengalami kasih Kristus yang telah memerdekakan.  Bagaimana dengan kehidupan kita hari ini?  Adakah kita menyia-siakan kemerdekaan hidup dalam Kristus dengan cara tidak melakukan kehidupan yang dipenuhi oleh kasih?  Mari wujudkan dan buktikan kemerdekaan yang sejati melalui kasih yang berbukti.

REFLEKSI
Kemerdekaan karena kasih Kristus akan mendorong orang percaya untuk hidup dalam kasih.

TEKADKU
Aku mau hidup dalam integritas diri yang merdeka sekaligus mengasihi dengan tulus.

TINDAKANKU
Hari ini aku mau mengasihi siapapun dalam kasih Kristus yang telah memerdekakan aku.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«