suplemenGKI.com

Jum,at, 24 Juni 2011

23/06/2011

Roma 6:13-19

Milik Siapakah Tubuh Kita Ini?

Beberapa waktu yang lalu, teman saya terlambat datang ke sebuah pertemuan yang sudah disepakati bersama. Karena dia terlambat maka acara terpaksa diundur untuk beberapa menit. Ketika dia datang dengan buru-buru dia meminta maaf dan menjelaskan penyebab keterlambatannya. Ternyata dia harus melerai suatu pertengkaran antara tetangganya yang adalah bekerja jual-beli mobil dengan seorang pembeli. Persoalannya adalah si pembeli sudah melakukan transaksi jual-beli dengan penjual mobil secara benar ternyata mobil yang dibeli masih dipakai oleh anaknya yang kuliah tanpa ada pemberitahuan apa-apa. Si pembeli tidak bisa menerima tindakkan si penjual sehingga menjadi marah dan ingin membatalkan dan meminta kembali haknya. Semua orang pasti setuju kalau suatu barang sudah melewati proses jual beli, maka yang berhak terhadap barang atau apapun juga adalah si pembeli. Demikian juga dengan kita yang dibeli oleh Kristus dengan darahNya yang mahal, maka seluruh hidup kita adalah milik Kristus. Roma 6:13-16, Paulus menegaskan siapa pemilik hidup kita sesungguhnya.

 Pertanyaan-Pertanyaan Penuntun:

  1. Penyerahan seperti apakah yang ingin dimaksudkan oleh Paulus dengan berkata “serahkan dirimu kepada Allah sebagai orang-orang yang dahulu mati…v. 13b?
  2. Posisi seperti apa yang dikehendaki Paulus supaya jangan lagi dikuasai dosa?
  3. Apakah saudara memahami, bagaimana status saudara di hadapan Tuhan saat ini!

 Renungan:

Penyerahan apa saja harus selalu disertai dengan suatu kesepakatan yang tuntas dan mengikat. Artinya tidak ada lagi sedikitpun peluang bagi yang menyerahkan untuk berkata “sesekali saya boleh memakai apa yang saya serahkan untuk kepentingan saya” Demikian juga sesuatu yang sudah diserahkan itu tidak berhak menolak untuk diserahkan kepada pihak yang sudah membelinya. Demikian dengan kita, karena kita sudah dibeli oleh Kristus maka sepenuhnya hidup kita tanpa terkecuali sebagian kecilpun yang bukan milik Kristus. Totalitas semuanya sudah menjadi milik Kristus. Dengan demikian baik pisik maupun psykis semua telah menjadi milik Kristus dan yang berhak mengelola/memakai hidup kita adalah Kristus. Penyataan “dahulu mati, tetapi sekarang hidup”  itu adalah suatu perubahan yang radikal mulai dari kepemilikan sampai pada pemakaian terhadap hidup kita, yaitu semua menjadi hak dan milik Kristus. Jika demikian posisi kita adalah dibawah pimpinan, milik, dan penguasaan Kristus. Sehingga aturan atau hukum yang berlaku bagi hidup kita bukan lagi aturan/hukum yang lama tetapi aturan dan hukum yang baru dari pemilik yang baru yaitu Kristus. Maka pertanyaan pada ay. 15 itu sudah jelas sebuah pertanyaan retoris yang secara tegas mau memerintahkan agar kita wajib hukumnya tunduk pada Kristus bukan lagi pada dosa. Hal itu juga hendak memberitahukan bahwa status kita sejak menjadi milik Kristus, adalah hamba Kristus, milik Kristus dan terlepas atau terbebas dari kepemilikan yang lama. Dengan demikian seluruh ketaatan kita, seluruh pengabdian kita dan seluruh kewajiban kita hanya boleh ditujukan untuk Kristus. Tentu saja Kristus akan memperlakukan kita berbeda dengan dosa memperlakukan kita. Kristus memperlakukan kita sebagai anak, sahabat dan kekasih yang sangat berharga di mata-Nya. Maka dalam Kristus kita hidup penuh kedamaian, kesejahteran dan pengharapan. Jadi sekarang kita sudah tahu bahwa kita milik Kristus. Amin.

 Serahkahkah hidupmu kepada Tuhan, percayalah kepadaNya karena kita adalah milikNya. Dan jangan menyerahkan hidupmu kepada dosa karena dosa bukan pemilik kita.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*