suplemenGKI.com

Jumat, 24 Juli 2015

23/07/2015

Kasih Allah dalam Penjara [b]

Efesus 3:14-21

Pengantar

Melanjutkan perenungan kemarin, dari bacaan yang sama, hari ini kita akan memahami bagaimana rasul Paulus mengumandangkan kasih Allah dari dalam penjara. Kalau kemarin kita melihat bagaimana hubungan rasul Paulus dengan Allah, maka hari ini kita melihat bagaimana hubungannya dengan sesama.

 Pemahaman

-  Ayat 14-21   : Apa yang dilakukan rasul Paulus dari dalam penjara terhadap Jemaat Efesus?

-  Ayat 16-19   : Apa saja yang menjadi pokok doa rasul Paulus?

Ketika berada di dalam penjara, rasul Paulus tidak lantas mengasihani diri sendiri. Sikap berfokus pada hidup bagi kemuliaan Allah, sebagaimana yang kita renungkan bersama kemarin, membuat rasul Paulus tidak hidup bagi dirinya sendiri. Ia tetap mengingat orang lain, dalam hal ini adalah Jemaat Efesus. Secara lahiriah ia memang terbatas, tidak bekerja sehingga tidak menghasilkan apa-apa, juga tidak dapat bergerak secara leluasa, karena berada di dalam penjara. Akan tetapi penjara itu tidak dapat membatasi doa. Itulah yang dilakukan rasul Paulus. Ia berdoa bagi Jemaat Efesus, bukan bagi dirinya sendiri.

Pertama, rasul Paulus berdoa agar Tuhan menguatkan dan meneguhkan iman Jemaat Efesus (ay. 16). Istilah bahasa Yunani yang diterjemahkan dengan “menguatkan” di sini adalah “krataioo”yang dapat diartikan semakin kuat. Dengan demikian ada proses dan ada progres di dalam “menguatkan” di sini. Di dalam ayat 17 proses menjadi kuat ini digambarkan dengan istilah “berakar dan berdasar”. Kata “berakar” mengacu pada pertumbuhan pohon, sedangkan “berdasar” mengacu pada pondasi bangunan. Kalau akar atau pondasinya kuat, maka pohon atau bangunan itu tidak akan mudah roboh.

Kedua, terkait dengan pokok doanya yang pertama, rasul Paulus juga memohon agar Jemaat Efesus dapat semakin mengenal akan kasih Allah. Orang yang semakin mengenal Allah, hidupnya akan semakin dikuasai oleh kasih Allah itu. Dengan demikian maka ia akan semakin hidup di dalam kasih. Pokok doa yang kedua ini menjadi penting mengingat di Efesus ada kuil dewi Artemis, dewi kesuburan, yang dalam ritualnya dapat melibatkan aktivitas seks masal  (https://id.wikipedia.org/wiki/Artemis). Orang Kristen perlu menghayati dan memproklamirkan kasih yang sejati, yang tidak dipersempit pada tindakan seksual saja.

Refleksi

Sejauh mana kita sudah mengarahkan diri kepada kemuliaan Tuhan? Ataukah dengan berbagai alasan kita masih berkutat dengan memikirkan kemuliaan diri sendiri sehingga sulit untuk memikirkan orang lain?

Tekad

Doa: Tuhan Yesus, tolonglah saya untuk semakin peduli dengan pertumbuhan rohani sesama. Amin.

Tindakan:

Hari ini saya akan berdoa bagi pertumbuhan rohani bagi 3 (tiga) orang

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«