suplemenGKI.com

PERSELISIHAN

1 Korintus 1:10-17

 

Pengantar
Isu perselisihan merupakan masalah yang dapat kita temukan dengan mudah di berbagai gereja. Kita pun secara pribadi mungkin juga pernah mengalami perselisihan. Penyebab dari perselisihan tersebut mungkin adalah masalah yang besar, namun juga bisa jadi masalah sepele. Sehingga relasi antara satu dengan yang lain menjadi terganggu. Dalam perikop yang kita baca ini kita akan belajar bagaimana Paulus berusaha untuk menyelesaikan perselisihan yang terjadi di antara jemaat yang ada di Korintus. 

Pemahaman

  • Ayat 10-12            : Apakah yang menjadi akar masalah terjadinya perselisihan yang ada di Jemaat Korintus?
  • Ayat 13-17            : Bagaimana cara Paulus menghadapi perselisihan yang ada?

Dari pembacaan yang cermat, akar masalah dari perselisihan yang di alami oleh Jemaat di Korintus adalah favoritisme pemimpin. Pemunculan tiga nama pemimpin rohani yang pernah melayani di Jemaat Korintus (Paulus, Apolos dan Kefas) membuktikan bahwa perselihan ini berhubungan dengan mereka. Hal ini bukan berarti merekalah yang menjadi penyebab dalam perselisihan ini. Hal ini terlihat dari kerjasama Paulus dan Apolos dalam pelayanan (1 Kor. 3:5-9). Perselisihan ini berkaitan dengan hikmat dunia dan kesombongan yang terlihat di perikop-perikop selanjutnya.

Cara Paulus menyelesaikan perselisihan itu adalah: Pertama, Dengan memberi nasehat (Ay. 10). Terlepas dari perselisihan, semua orang Kristen membutuhkan nasehat. Kedua, Paulus juga memberitahukan secara jelas sumber berita yang ia terima (Ay. 11). Selanjutnya Paulus mengupas inti masalah, Paulus secara khusus menegaskan bahwa ia tidak disalibkan bagi jemaat atau jemaat dibaptis dalam namanya (Ay. 13). Paulus dalam beberapa kesempatan berusaha memberikan pembelaan berdasarkan pelayanannya dahulu (Ay. 17-18). Paulus menutup pembahasan dengan menyatakan bahwa yang terpenting dalam pelayanannya bukanlah baptisan, tetap pemberitaan Injil (Ay. 17).

Persoalan di atas tidak jauh berbeda dengan apa yang dihadapi gereja masa kini. Banyak perselisihan yang dipicu oleh pengaruh-pengaruh duniawi: perebutan kekuasaan, kebanggaan, dll. Pemimpin gereja di masa kini juga diharapkan untuk bisa mengarahkan semua orang kepada Kristus dan kehidupan yang berpadanan dengan Injil. Untuk melakukan semua itu diperlukan kerendahan hati dan perubahan konsep dari semua pihak.

Refleksi
Renungkanlah: Apakah kita merasa memiliki konflik yang harus kita selesaikan ddalam pelayanan? Maukah kita memiliki kerendahan hati dan hati yang tertuju kepada Kristus dalam menyelesaikan perselisihan itu?

Tekadku
Ya Tuhan, tolonglah saya untuk bisa memiliki kerendahan hati dalam melakukan semua pelayanan khususnya ketika saya sedang mengalami konflik.

Tindakanku
Saya akan melakukan dan mempersiapkan pelayanan dengan hati yang fokus kepada Tuhan, bukan pada diri sendiri, sehingga saya bisa menata hati jika pelayanan yang saya lakukan tidak sesuai dengan apa yang orang lain pikirkan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«