suplemenGKI.com

Yesaya 9:7-20

“BERHADAPAN DENGAN TINDAKAN PENDISIPLINAN DARI ALLAH”

PENGANTAR

Orang lebih suka membicarakan tentang kesabaran, kebaikan dan pengampunan Tuhan. Namun jangan lupa bahwa Tuhan itu mendidik umatNya dengan berbagai cara, salah satunya adalah melalui tindakanNya menghajar anak-anak yang dikasihiNya.

PEMAHAMAN

  1. Ay. 7-11: Apa yang kita pelajari tentang kesombongan Israel (Kerajaan Utara), dan apa akibat yang akan mereka alami?
  2. Dalam kondisi demikian, bagaimana respons mereka kepada Allah? (ay. 12)
  3. Jika pemimpin tersesat dan seluruh rakyat telah menjadi kacau (ay. 13-15), apa akibat yang akan terjadi?
  4. Karena tidak mau bertobat hukuman apa yang akan menimpa mereka, seperti yang nyata dalam kehidupan moral, sosial, dan kesejahteraan mereka? (ay. 16-20)

Ketika Tuhan menghajar Samaria dan Efraim melalui bangsa lain, mereka bukannya merendahkan diri, tetapi justru makin banyak sesumbar dan sombong. Tidak takut pada Allah, tetap saja mengabaikan Allah, meremehkan kebaikan dan kekuatan Allah. Akibatnya, bangsa-bangsa kecil di sekitarnya digerakkan Tuhan untuk menghukum Israel (ay. 10-11). Para pemimpin mengambil peranan penting pada kehancuran ini, sebab mereka telah menjadi sesat. Percaya pada nubuat palsu dan ucapan bebal, bahkan dalam kemalangan yang sedemikian rupa, para pemimpin masih tega menindas rakyat melalui penyalahgunaan kekuasaan mereka (ay.17-20). Sampai 4 kali dikatakan bahwa “sekalipun semuanya ini terjadi, murkaNya belum surut dan tanganNya masih teracung” (ayat 11, 16, 21; 10:4). Berhadapan dengan murka Allah selalu merupakan kengerian bagi kita. Jika kita memahami dan bahkan tahu merasakan bagaimana kasih, kesabaran, dan pengampunanNya dinyatakan, maka ketika Allah murka, itu berarti manusianya sudah keterlaluan. Bagi orang-orang semacam ini, tidak ada pilihan lain kecuali penghukuman.

REFLEKSI

Adakah kita sedang bermain-main dengan kesabaran Tuhan dan anugrah pengampunanNya dengan terus membiarkan dosa tumbuh subur dalam diri kita, berdalih kita tidak mampu berubah? Ingatlah bahwa Tuhan tidak tidur dan menutup mata, Ia terus menegur dan menuntun kita dengan berbagai cara. Pekalah dengan suaraNya yang lembut, sebelum Ia menghajar kita dengan keras!

Ataukah kita sedang merasa menjalani hidup dalam penghukuman Tuhan karena kesalahan-kesalahan kita di hari kemarin atau di masa lalu kita? Untuk sementara, penghukuman memang merendahkan, tetapi tidak selamanya Ia menghukum. Tujuan akhir dari penghukuman bukanlah menghancurkan kita, melainkan mendidik dan membangun kita (mendisiplin) menjadi pribadi-pribadi yang hidup sesuai dengan tujuan keberadaan kita di dunia ini.

TEKADKU

Tuhan, pertajam pendengaranku akan firmanMu, lembutkan hatiku untuk menerima teguran yang Kau berikan, dan berikanku kekuatan menjalani pendisiplinan yang membentuk hidupku menjadi lebih indah. Amin

TINDAKANKU

Mengambil tindakan menghentikan dosa yang sudah ‘melekat’ menjadi salah satu kebiasaan Anda.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«