suplemenGKI.com

2 Petrus 1:16-21 (lanjutan)

KEWIBAWAAN FIRMAN ALLAH

PENGANTAR

Firman Allah mempunyai peran penting dalam kehidupan kita, umat-Nya. Oleh firman-Nya, Allah menuntun kehidupan kita setiap hari. Namun, mempelajari dan memahami firman Allah tidaklah mudah. Kita harus menghadapi perbedaan zaman, latar belakang, dan budaya antara para penulis Alkitab dan kita, para pembaca di masa kini. Pertanyaan penting bagi kita: haruskah kita berhenti mempelajari firman Tuhan karena kesulitan-kesulitan yang kita hadapi ini?

PEMAHAMAN

Ay. 19          Bagaimana sikap Petrus terhadap firman Allah? Apa nasihatnya bagi kita? Menurut Anda, apakah sikap yang benar terhadap firman Allah juga mempengaruhi semangat kita mempelajari Alkitab?

Ay. 20-21   Bagaimana nubuat-nubuat dalam Kitab Suci dituliskan? Apa hubungannya dengan kewibawaan firman Allah? Apa hubungannya dengan cara kita memahaminya?

Petrus mempunyai keyakinan yang teguh terhadap firman Allah. Karena itu, Petrus menasihati kita agar mempelajari firman Allah dengan seksama: “memperhatikannya sama seperti memperhatikan pelita yang bercahaya di tempat yang gelap.” Kesungguhan kita mempelajari firman Tuhan ini harus kita lakukan sampai Kristus datang kembali. Jika kita menantikan kedatangan Kristus sambil mempelajari firman-Nya dengan seksama, maka pada waktu kedatangan-Nya nanti kita akan merasakan sukacita seperti “fajar menyingsing dan bintang timur bersinar” di dalam hati kita.

Selain pengalamannya dengan Kristus, keyakinan Petrus akan firman Allah juga terbentuk karena pemahamannya bahwa firman Allah disampaikan dan dituliskan oleh dorongan Roh Kudus, bukan oleh kehendak manusia (ay. 21). Karya Roh Kudus inilah yang membuat firman Allah yang tertulis di Alkitab memiliki kewibawaan ilahi. Oleh karena itu, kita tidak boleh menafsirkan Kitab Suci menurut kehendak kita sendiri. Jika kita menafsirkan Alkitab sekehendak kita sendiri, apalagi menyalahgunakannya untuk mendapatkan keuntungan pribadi, maka kita melawan kewibawaan ilahi yang terkandung di dalam Alkitab. Sebaliknya, jika kita mempelajari Alkitab dengan memohon pertolongan Roh Kudus, disertai dengan sikap yang bersungguh-sungguh dan penuh tanggung jawab, itu adalah wujud nyata dari pengakuan kita akan kewibawaan firman Allah.

REFLEKSI

Apa yang membuat Anda berhenti membaca dan mempelajari Alkitab? Apakah Anda membiarkan hambatan-hambatan tersebut menjauhkan Anda dari firman Allah?

TEKADKU

Ya Tuhan, tolonglah aku agar menghargai kewibawaan firman-Mu dalam kehidupanku setiap hari.

TINDAKANKU

Jika aku belum membaca Alkitab secara rutin, aku akan memulainya hari ini. Dalam seminggu ini aku akan mencari seorang sahabat yang telah bergabung dalam program Ayo Baca Alkitab (ABA) dan mencari informasi mengenai program tersebut.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«