suplemenGKI.com

1Yohanes 3:19-24.

 

Hidup Dalam Kebenaran Memampukan Kita Melakukan Perintah Tuhan

Pengantar:
Hati adalah pusat kehidupan manusia, sehingga ada sebuah pernyataan, bahwa “Apa yang terwujud dalam perbuatan adalah dipancarkan dari hati” Ketika suasana hati sedih maka itu akan terpancar lewat raut wajah yang sedih, sikap yang cenderung pasif, tindakan yang mengekspresikan kesedihan hati. Sebaliknya jika hati gembira maka raut wajah terlihat gembira, sikap yang riang dan tindakan terasa menyenangkan baik bagi orang lain maupun bagi diri sendiri.

Pemahaman:

  1. Bagaimanakah hati yang dapat memancarkan tindakan kebenaran? (v. 19-21)
  2. Bagaimanakah sikap hati yang diwarnai kebenaran Tuhan? (v. 22-24)
  3. Pernahkah anda memeriksa hati anda, apakah sudah diwarnai oleh kebenaran Tuhan? Apa perbedaan hati yang diwarnai oleh kebenaran Tuhan dengan yang tidak!

Penulis 1Yohanes 1:19 menegaskan bahwa kita berasal dari kebenaran. Kebenaran dalam hal ini adalah berbicara tentang Tuhan Yesus (Yoh 14:6) Bagi setiap orang yang percaya kepada Tuhan Yesus, ia telah hidup dalam Sang kebenaran itu. Itulah sebabnya dikatakan “ia berasal dari kebenaran” Karena dia berasal dari kebenaran, maka ia seharusnya dapat memancarkan kebenaran, walaupun ia bukan Sang kebenaran itu.

Ciri-ciri orang yang hidup dalam kebenaran, salah satunya adalah ia memiliki ketenangan hati dalam menghadapi sesuatu. Ketenangan bukan berarti pasif, melainkan sabar, penuh kasih, bisa menerima suatu keadaan, bijaksana, berhikmat dan tidak mudah menghakimi, baik menghakimi diri sendiri maupun orang lain. Hidupnya selalu diwarnai oleh kebenaran yang berasal dari karakteristik Tuhan Yesus. Itulah ketenangan hidup dalam kebenaran Tuhan Yesus. Hal lain dari orang yang hidup dalam kebenaran adalah: taat melakukan perintah Tuhan. Taat bukan karena kewajiban atau terpaksa apalagi takut, tetapi taat karena mengasihi Tuhan, yang terekspresi dalam wujud mengasihi, peduli pada sesama dengan tanpa pamrih. Mengasihi dalam arti secara luas (memberi, menguatkan, menegur, mengingatkan atau bahkan memarahi sesama yang hidup jauh dari kebenaran Tuhan)

Kita dipanggil untuk hidup dalam kebenaran dalam arti yang luas, maka warnailah kehidupan dengan kebenaran dari Sang Kebenaran yaitu Yesus Kristus, sehingga orang lain menikmati pula kebenaran Tuhan Yesus dalam hidupnya.

Refleksi:
Tenanglah sejenak, sudahkah kita hidup dalam kebenaran yang sejati? Jika kita sudah hidup dalam kebenaran yang sejati, maka kita akan lebih sabar, tenang, berhikmat, bijaksana dalam menyikapi setiap musim kehidupan kita.

Tekat:
Tuhan Yesus, untuk dapat hidup dalam kebenaran-Mu tidaklah mudah, ada banyak tantangan yang sering menghadang, tolonglah aku untuk terus hidup dalam kebenaran-Mu ya Yesus.

Tindakan:
Satu-satunya langkah untuk hidup dalam kebenaran Tuhan Yesus dalah dengan senantiasa berserah dan berjalan bersama-Nya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«