suplemenGKI.com

PERJALANAN IMAN

Efesus 6:10-20

 

PENGANTAR
Kegiatan mendaki gunung digemari sebagian orang.  Keindahan alam di atas gunung memiliki daya tarik tersendiri.  Ketika akan melakukan perjalanan pendakian, tentu perlu melakukan persiapan; baik persiapan fisik maupun persiapan peralatan.  Persiapan fisik, seperti olah raga, vitamin, makan yang cukup, dll perlu dilakukan agar stamina tubuh tetap terjaga.  Sedangkan peralatan mendaki, seperti tas, sepatu atau sandal gunung, pakaian hangat, senter, bekal makanan dan minuman, dll juga harus dipersiapkan agar pendakian sampai di tempat tujuan.  Sesungguhnya perjalanan kehidupan sebagai orang percaya adalah seperti perjalanan mendaki gunung.  Suka dan duka, sehat dan sakit, mudah dan sulit silih berganti.  Perlengkapan apakah yang harus kita miliki agar sampai kepada tujuan akhir?

PEMAHAMAN

  • Apa yang menjadikan orang percaya kuat dalam perjalanan iman? (ayat 10)
  • Menurut rasul Paulus, perlengkapan apa saja yang harus dimiliki? (ayat 11-18)
  • Masihkah saudara memakai perlengkapan senjata rohani yang cukup dalam menghadapi tantangan dan godaan dalam perjalanan iman?

Surat Efesus ditulis rasul Paulus ketika dirinya masih berada dalam penjara.  Apa yang mendorong Paulus menulis surat kepada jemaat Efesus?  Keadaan masyarakat Efesus pada saat itu masih melakukan penyembahan terhadap dewa Yunani yang mereka sebut dewi Artemis.  Masyarakat memahami dan mempercayai bahwa dewi Artemis adalah dewa kesuburan yang sanggup membuat hidup penuh berkelimpahan.  Mereka juga melakukan penyembahan dan tunduk kepada Kaisar.  Kondisi masyarakat yang seperti itu menjadi tantangan dan godaan yang tidak mudah di hadapi pengikut Kristus di Efesus.  Oleh sebab itu Paulus mengingatkan agar jemaat selalu ingat status sebagai manusia baru yang harus hidup sebagai anak-anak terang (Ef.4-5) yang harus menjauhi perbuatan dosa seperti: percabulan, perkataan kotor, serakah, dll (baca Ef.5:3-6).

Menyikapi hal itu, Paulus berpesan “Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya”.  Harapan Paulus agar jemaat kuat dan teguh berdiri tidak kembali melakukan perbuatan dosa, walaupun godaan di sekitar sangat kuat.  Jemaat diajak untuk menyakini kekuatan kuasa-Nya.  Yakin bahwa kuasa darah Kristus jauh lebih besar dari godaan apapun sehingga mampu melawan godaan si jahat.  Dalam kehidupan sehari-hari Paulus mengajak jemaat Efesus untuk memakai perlengkapan senjata Allah dalam perjalanan iman “Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, …” (ay.13-18) yaitu: memakai ikat pinggang kebenaran, baju zirah keadilan, kasut kerelaan memberitakan Injil, perisai iman untuk memadamkan semua panah api si jahat, ketopong keselamatan dan pedang Roh yaitu firman Allah.  Selain mengenakan perlengkapan senjata Allah, orang percaya harus berdoa dengan konsisten, terus menerus (ay.18-19).  Berdoa menunjukkan kebergantungan pada-Nya yang akan memberi kekuatan dalam menghadapi godaan.  Kapan godaan itu ada?  Saat awal perjalanan percaya kepada Kristus.  Kapan godaan berakhir?  Ketika Kristus mengatakan “Hai hamba-Ku yang setia, mari masuklah…”, itulah akhir tujuan perjalanan iman kita.

REFLEKSI
Mari merenungkan: bersama-Nya di surga, itulah tujuan perjalanan iman kita.  Kunci hingga sampai ke tujuan: memakai perlengkapan senjata-Nya dan bergantung pada-Nya dalam doa, agar dapat melawan godaan yang bisa menyeret jauh dari tujuan akhir.

TEKADKU
Tuhan tolonglah agar aku jujur memeriksa diri: kondisi imanku saat ini? Apakah aku memakai perlengkapan senjata-Nya dan bergantung sepenuhnya dalam doa?  Apakah aku sudah terseret menikmati kesenangan dosa yang membawaku jauh dari tujuan akhir?

TINDAKANKU
Aku mau ambil waktu berbicara kepada-Nya: meminta pengampunan sebab aku tidak sepenuhnya bergantung pada-Nya dan masih menikmati kesenangan dosa.  Aku mau kembali menata hidupku.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«