suplemenGKI.com

I TIMOTIUS 6:11-19

KEJARLAH HAL-HAL SORGAWI !

 

Pengantar
Chen Shu-chu lahir sekitar tahun 1951 adalah seorang pedagang sayuran di Pasar Pusat Taitung di Taiwan Timur. Pada Maret 2010, majalah Forbes menyebut dia sebagai salah satu dari 48 dermawan luar biasa dari wilayah Asia Pasifik. Sebulan kemudian, majalah Time memilih 100 orang paling berpengaruh di 2010, dan Chen masuk dalam kategori “Pahlawan Kedermawanan”. Chen adalah satu dari enam pemenang Ramon Magsaysay Award tahun 2012. Chen, yang hidupnya sederhana di wilayah Taitung rela memberikan semua pendapatannya dari berjualan sayuran dengan menyumbangkan uang sekitar 10 juta dolar Taiwan (sekitar Rp 318 juta), untuk membiayai anak-anak setempat dan memperbaiki hidup mereka.

Kisah kedermawanan dan kebaikan Chen Shu-chu merupakan contoh konkrit sikap hidup yang seharusnya dibangun oleh umat Allah di masa sekarang. Di saat banyak orang mengejar uang dan kekayaan ternyata masih ada orang-orang yang memiliki kebaikan hati dengan memperlihatkan kepeduliannya kepada orang lain.

Pemahaman

Ayat 11-16      Apakah yang harus dicapai dan diraih oleh umat Allah dalam hidupnya?

Ayat 17-19    Sikap hidup seperti apakah yang berkenan dihadapan Allah?

Paulus mengingatkan Timotius dan umat Allah bahwa keadilan, ibadah, kesetiaan, kasih, kesabaran dan kelembutan adalah hal-hal yang harus dikerjakan dan diwujudkan di dunia (ayat 11). Hidup adalah ibarat sebuah pertandingan iman. Semua orang berlomba untuk meraih hal-hal sorgawi dan bukan duniawi (ayat 12). Semuanya itu harus dikerjakan dengan sungguh-sungguh hingga kedatangan Kristus yang kedua kali (ayat 14-16).

Paulus juga menyampaikan nasihat agar Timotius memperingatkan orang kaya, meski sebenarnya nasihat ini juga ditujukan kepada semua orang, agar mereka tidak hanya mengejar harta dunia dan menyombongkan diri dengan harta kekayaan mereka (ayat 17). Kebaikan hati, kebajikan, kemurahan hati dan hidup saling berbagi haruslah dibangun dalam diri umat Allah, karena hal itulah yang berkenan dihadapan Allah (ayat 18-19).

Hal-hal duniawi selalu menjadi tujuan utama manusia di masa sekarang. Kondisi perekonomian yang tidak menentu dan kemajuan tekhnologi menjadi salah satu penyebabnya. Namun yang menjadi pertanyaan saat ini apakah umat Allah juga mengejar hal-hal duniawi dan menjadikan uang dan kekayaan sebagai yang utama dan terutama? Melalui teks bacaan Paulus mengingatkan umat bahwa tujuan hidup umat Allah bukanlah hal-hal duniawi. Hal-hal sorgawi harus menjadi yang terpenting dan harus berusaha diraih dan dicapai.

Refleksi
Sudahkah kami mengejar hal-hal sorgawi dalam hidup? Ataukah selama ini hal-hal duniawilah yang hendak dicapai?

Tekadku
Ya Allah, mampukan kami untuk tetap memandang kepada-Mu dan dengan sungguh-sungguh mengejar hal-hal sorgawi dalam hidup kami.

Tindakanku
Tetap tekun merenungkan dan mempelajari firman Allah. Terus berbuat baik kepada semua orang. Memperlihatkan kepedulian kepada sesama yang menderita.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*