suplemenGKI.com

Matius 21: 12-17

RumahKu Di Sebut Rumah Doa 

                Pada bagian ini kita melihat Tuhan Yesus marah kepada orang-orang yang berjual beli di halaman Bait Allah. Tuhan Yesus menunjukkan kemarahanNya dengan cara mengusir dan membalikkan meja-meja penukar uang.

  1. Menurut saudara mengapa Tuhan Yesus marah?
  2. Apa yang ingin Tuhan Yesus tekankan pada tindakanNya tersebut?
  3. Apa arti rumah doa bagi anda?
  4. Mengapa ahli Taurat dan imam-imam menjadi marah dengan Tuhan Yesus?
  5. Pelajaran apa yang dapat kita ambil pada bagian ini? 

Renungan:

                Pada bagian perikop sebelumnya dikisahkan Tuhan Yesus masuk ke Yerusalem dielu-elukan orang banyak. Pada bagian ini diceritakan bahwa Tuhan Yesus melihat orang banyak yang ramai sekali di halaman Bait Allah, bukan untuk menyembah Allah namun ramai dengan adanya jual beli dan penukaran uang. Dilain pihak kita juga memahami bahwa terjadinya tempat penukaran uang karena adanya kebutuhan, karena adanya mata uang yang berlainan baik mata uang Romawi (duit, dinar) maupun Yunani (dirham,mina,talenta), sedangkan mereka memakai mata uang Yahudi (peser, syikal). Jadi tempat penukaran uang memang dibutuhkan juga. Sedangkan tempat berjual beli biasanya dikaitkan dengan binatang yang akan dipersembahkan di Bait Allah. Kita melihat ada pedagang burung merpati, yang membutuhkan burung merpati biasanya orang-orang miskin (Luk 2:24).

                Pada bagian ini kita melihat bahwa bait Allah terutama halamannya disalah gunakan untuk berjualan, sehingga orientasi pergi ke Bait Allah semata-mata hanya untuk transaksi jual dan beli sehingga kehilangan fokus untuk menyembah Allah. Tuhan Yesus juga ingin mengajarkan bahwa Bait Allah adalah tempat orang untuk berdoa, bertemu dengan Allah yang hidup, serta memuji Dia.

                Tuhan Yesus mengusir orang-orang yang berjualan karena mereka telah kehilangan makna beribadah dan membuat orang lain sibuk dengan hal-hal yang kurang penting, sehingga hal yang hakiki untuk berjumpa dengan Allah tidak diperhatikan. Tuhan Yesus ingin mengembalikan fokus umat Allah kepada Allah yang harus di sembah, namun hal ini tidak dikehendaki oleh ahli-ahli Taurat dan imam-imam kepala, sehingga mereka jengkel dengan Tuhan Yesus.

                 Bagaimana dengan kehidupan ibadah kita? Pernahkah kita berpikir bahwa ke Rumah Tuhan berarti berjumpa dengan Tuhan, bukan sekedar kita berkegiatan saja, tetap fokus untuk memuji dan menyembah Tuhan. Sehingga setelah selesai beribadah, kita rindu menerapkan prinsip-prinsip kebenaran itu dalam hidup kita sehari-hari, sehingga kita dapat menjadi berkat bagi orang lain.

                Pengalaman perjumpaan dengan Tuhan di Rumah Tuhan, dapat terus kita bawa dimanapun kita berada, sehingga kerinduan kita untuk berjumpa dengan Tuhan tidak hanya terjadi seminggu sekali saja namun setiap hari.

                Mari kita meluangkan waktu untuk terus berjumpa dengan Tuhan melalui ibadah-ibadah, saat teduh, dan doa-doa kita, sehingga kita senantiasa menghadirkan Tuhan dalam kehidupan kita. Amin

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*