suplemenGKI.com

HIDUP BENAR DI TENGAH KESUKARAN

Mazmur 26

 

Pengantar
Ivana Siregar adalah seorang vlogger, pekerja yang berhasil dan memiliki hati untuk melayani kaum muda. Di balik keberhasilannya, siapa sangka kalau ia pernah mengalami masa sulit. Ketika akan mengikuti UN di tahun 2009, para guru berupaya untuk menolong siswa kelas 12 dengan memberikan kunci jawaban. Di saat ujian tengah berlangsung, Ivana sama sekali tidak menggunakan kunci jawaban tersebut dan tidak mau berbagi jawaban dengan teman-temannya, sehingga teman dan gurunya pun kesal dengan dirinya. Ia memegang satu prinsip bahwa ia harus mengandalkan Tuhan. Namun ketika ia tengah berjuang untuk mempertahankan sesuatu yang benar, ia justru tidak lulus UN. Ia pun tak menyerah, melainkan bangkit dan terus mengandalkan Tuhan. Hari ini kita akan merenungkan kehidupan pemazmur yang berusaha untuk tetap hidup benar ketika menghadapi tekanan hidup.

Pemahaman

  • Ayat 1-2         : Mengapa pemazmur meminta kepada Allah untuk memberikan keadilan kepadanya?
  • Ayat 4-7         : Bagaimanakah pemazmur menerapkan hidup dalam kebenaran ketika ia sedang menghadapi tekanan?
  • Ayat 11-12    : Apa yang menjadi komitmen pemazmur ketika ia berani hidup benar di tengah tekanan persoalan?

Mazmur 26 ditulis ketika Daud sedang dikejar oleh oleh Saul dan para pengikutnya. Daud dituduh sebagai orang yang melakukan banyak kejahatan dan pelanggaran. Fitnahan yang diberikan kepada Daud, membuatnya memohon keadilan pada Allah (ayat 1). Daud memohon agar Allah menjadi satu-satunya Hakim yang dapat membawanya keluar dari perkara yang menyakitkan hatinya. Ia ingin agar Allah membukakan kepada semua orang termasuk musuhnya tentang diri Daud yang sesungguhnya. Pemazmur meyakini bahwa dirinya telah hidup dalam kebenaran karena tidak terlibat dalam pekerjaan gelap para penipu, tidak bergaul dengan orang munafik, membenci persekongkolan orang yang berbuat jahat, tidak berteman dengan para penipu yang hidup dalam pesta pora (ayat 4-6). Daud menghindari perbuatan itu agar memiliki banyak waktu untuk mengasihi ketetapan Allah dalam Firman-Nya (ayat 6-7).

Setelah ia mengemukakan bukti ketulusannya, dengan rendah hati ia menyerahkan diri sepenuhnya ke dalam tangan Allah (ayat 11-12). Ia memohon anugerah dari Tuhan untuk membebaskannya dari tuduhan orang-orang yang berbuat jahat kepadanya dan memohon agar Tuhan senantiasa meneguhkan hatinya. Pemazmur bertekad menjaga kesalehan hidupnya di hadapan Tuhan dan memuji Tuhan dalam jemaah, yang artinya ia mau memberitakan tentang Tuhan di depan umat-Nya (ayat 12).

Refleksi
Bagaimanakah respon saudara ketika menghadapi orang lain yang berniat menjatuhkan? Saudara, ada begitu banyak konsekuensi ketika kita memilih untuk hidup benar dalam pelbagai kesukaran. Misalnya dibenci, diabaikan, difitnah, kehilangan pekerjaan dan sebagainya. Akan tetapi ketika kita selalu bersikap rendah hati untuk selalu mengikuti tuntunan Firman-Nya, maka Tuhan akan meneguhkan sehingga kita akan memiliki mental yang tangguh.

Tekadku
Tuhan, ajarlah kami untuk selalu berpegang pada ketetapan-Mu, berikan kepada kami hati yang bersuka atas seluruh kebenaran dan keadilan-Mu yang telah Engkau nyatakan.

Tindakanku
Aku akan belajar untuk mengampuni orang yang telah berusaha menjatuhkanku dan belajar untuk memiliki keteguhan hati untuk hidup benar seturut Firman-Nya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«