suplemenGKI.com

Ibrani 7:21-25

YESUS SANG IMAM BESAR (Bagian 1)

 

PENGANTAR
Dalam Perjanjian Lama kedudukan imam sangat sentral dalam ritual ibadah umat Israel.  Sebab hanya imamyang dipercaya sebagai mediator atau perantara antara manusia dengan Allah untuk menyampaikan kehendak-Nya, penghukuman dan keselamatan bagi umat-Nya.  Bagaimana dengan Perjanjian Baru?  Bagaimana Yesus berperan sebagai Imam Besar?

PEMAHAMAN

Ayat 23-24: Bagaimana ayat ini berbicara tentang jangka waktu jabatan Yesus sebagai Imam besar?

Ayat 25: Bagaimana peran Yesus sebagai Imam Besar bagi keselamatan umat-Nya?

Apakah kita mengakui Yesus sebagai Imam Besar dalam ibadah dan hidup sehari-hari?

Penulis surat Ibrani menekankan peran Yesus Kristus sebagai Imam Besar (Ibr.4:14-10:18).  Melalui bagian ini kita belajar keistimewaan dan keunggulan Yesus sebagai Imam jika dibandingkan dengan para imam dari tradisi Yahudi:  Pertama, Yesus adalah Imam Besar untuk selama-lamanya.  Dalam sistem Hukum Taurat, jabatan imam diturunkan dari ayah ke anak laki-laki keturunan Lewi.  Jabatan imam itu harus terus-menerus diganti.  Akibatnya, imamat Lewi tidak pernah bisa menjadi jaminan yang bersifat permanen.  Tuhan Yesus adalah Imam berdasarkan penetapan Allah Bapa secara langsung (ay.21) sehingga imamat-Nya bersifat permanen, sempurna, dan menjadi jaminan pasti (ay.22,28).  Oleh karena Kristus Anak Allah maka Ia bisa menjadi Imam yang kekal untuk mendamaikan setiap orang yang datang kepada Allah melalui-Nya secara sempurna (ay.25).

Kedua, Yesus sebagai Imam Besar menyediakan keselamatan kekal.  Ay.25 “Karena itu Ia sanggup juga menyelamatkan dengan sempurna semua orang yang oleh Dia datang kepada Allah.  Sebab Ia hidup senantiasa untuk menjadi pengantara mereka”.  Kata ‘menyelamatkan dengan sempurna’ mengacu pada karya Yesus yang telah bangkit dari antara orang mati.  Yesus tidak mati selamanya maka Ia dapat menjadi Pengantara yang memberikan keselamatan kekal.  Frasa ‘Ia hidup senantiasa’ menekankan bahwa keselamatan yang Ia berikan bagi umat-Nya tetap sempurna dan kekal selama-lamanya.  Keselamatan yang dibawa-Nya adalah keselamatan yang sempurna bagi semua umat dan tidak terikat waktu.

REFLEKSI
Mari berdiam diri sejenak dalam keheningan diri!  Mari ucap syukur atas anugerah Sang Imam Besar yang kekal bagi hidup kita.  Sudahkah kita membagikan karya keselamatan Sang Imam Besar itu dalam keseharian hidup kita?

TEKAD
Tuhan tolonglah agar aku tidak hanya berdiam diri menikmati keselamatan yang Engkau berikan tetapi mampu menyebarkannya bagi sesama.

TINDAKAN
Aku mau dipakai Tuhan sebagai pemberita keselamatan melalui ………. (sebutkan profesi kita, tempat kita bekerja).

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«