suplemenGKI.com

Efesus 1:15-23

 

Mengenal  Kedahsyatan ALLAH, sebagai acuan  sikap “Doa” Yang Benar

 

Setiap hari Minggu kita selalu memanjatkan doa syafaat, berdoa bagi orang lain, termasuk pemerintah. Bahkan sebagian dari kita juga menaikkan doa syafaat secara pribadi di luar kebaktian Minggu. Rasul Paulus juga melakukan hal yang sama. Dalam bacaan kita hari ini, kita akan belajar dari doa syafaat rasul Paulus.

 

Pertanyaan Penuntun:

  1. Dalam memanjatkan doa syafaat, apakah yang menjadi pokok doa Saudara? Mengapa hal tersebut penting bagi Saudara?
  2. Dalam memanjatkan doa syafaat, apakah yang menjadi pokok doa rasul Paulus? Mengapa hal tersebut penting baginya?
  3. Sebutkan hal-hal yang menggambarkan tentang kekuasaan Allah yang tercermin dalam doa syafaat rasul Paulus! Apakah makna dari kekuasaan Allah itu dalam hidup Saudara?

 

Renungan

Tanpa pengenalan akan Allah yang benar, hidup ini sia-sia belaka. Hal ini telah dialami rasul Paulus secara nyata. Dalam suratnya kepada Jemaat Filipi dia berkata, “Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus” (Flp. 3:8). Pernyataan ini memberikan gambaran betapa pentingnya pengenalan akan Allah bagi rasul Paulus. Karena itu tidaklah mengherankan bila dia sangat bersyukur ketika mengetahui iman Jemaat Efesus yang sungguh nyata melalui tindakan mereka. “setelah aku mendengar tentang imanmu dalam Tuhan Yesus dan tentang kasihmu terhadap semua orang kudus, akupun tidak berhenti mengucap syukur karena kamu” (ay. 15-16).

Di samping mengucap syukur, rasul Paulus juga berharap agar pengenalan Jemaat Efesus terhadap Allah semakin dalam. Ia berharap agar mata hati Jemaat Efesus menjadi terang, agar dapat memahami banyak hal yang terkait dengan kekuasaan Allah. Rasul Paulus menjelaskan bahwa kuasa Allah itu sedemikian hebatnya sehingga sanggup untuk mengalahkan kuasa maut, suatu kekuatan yang tak dapat ditandingi makhluk manapun juga. Seluruh makhluk tunduk terhadap maut, tapi kuasa Allah mampu untuk menaklukkannya. Hal itu terbukti dengan gamblang dalam kebangkitan Kristus. Kuasa Allah yang maha dahsyat itu bukan sekadar mengalahkan maut, tapi juga menempatkan Kristus di tempat paling mulia, di sebelah kanan-Nya. Kemuliaan-Nya ini dipertegas dengan meletakkan segala sesuatu di kaki Kristus. Gambaran yang dipakai di sini adalah bagaimana kerajaan-kerajaan taklukkan membawa upeti serta meletakkan upeti tersebut di kaki raja yang berkuasa.

Merenungkan tentang kedahsyatan kuasa Sang Raja ini seharusnya mendorong kita juga turut meletakkan diri di bawah kaki Kristus, sebagai “upeti” serta wujud penaklukkan diri di bawah otoritas kekuasaan Allah yang begitu dahsyat itu.

Pengenalan yang benar akan kedahsyatan ALLAH, akan menjadi acuan sikap dalam menaikkan doa secara benar pula

 

=====================================================================================

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«