suplemenGKI.com

Jumat, 23 Maret 2018

22/03/2018

Markus 15:6-15

APA PILIHAN ANDA?

PENGANTAR
Setiap hari kita berhadapan dengan situasi di mana kita harus membuat pilihan: apa yang akan kita lakukan, apa yang akan kita makan sebagai sarapan, barang apa yang akan kita beli, dan sebagainya. Di dalam pilihan-pilihan itu, dan juga dalam banyak pilihan yang lain, ada dua pilihan yang paling sering muncul: “mengorbankan orang lain demi keuntungan diri sendiri”, atau “mengorbankan diri sendiri demi kebaikan orang lain”. Jika Anda berhadapan dengan situasi semacam itu, manakah yang akan Anda pilih?

PEMAHAMAN

  • Orang banyak itu telah mendengar pengajaran Yesus dan menyaksikan-Nya melakukan mukjizat. Mereka juga tahu bahwa Barabas adalah seorang pembunuh dan pemberontak. Namun demikian, mereka justru memilih untuk membebaskan Barabas dan menyalibkan Yesus. Menurut Anda, mengapa? (ay. 8-14).
  • Mengapa Pilatus memilih untuk membebaskan Barabas dan menyalibkan Yesus? (ay.15)
  • Bandingkanlah pilihan mereka dengan pilihan Yesus untuk tidak membela diri di hadapan Pilatus? (lihat ay.1-5, lihat juga Mar. 10:45). Apa kesimpulan Anda?

Orang banyak memilih untuk membebaskan Barabas dan meminta Yesus disalibkan karena mereka telah dihasut oleh imam-imam kepala (ay. 11). Mengapa imam-imam kepala itu memang menghendaki kematian Yesus? Mereka merasa dengki terhadap Yesus (ay. 10). Kedengkian di dalam hati para pemimpin agama itu telah berubah menjadi keinginan untuk membunuh. Dan, lebih parah lagi, mereka menggunakan tangan orang lain untuk melampiaskan kekejaman mereka.

Bagaimana dengan pilihan Pilatus? Pilatus memilih melepaskan Barabas untuk mengambil hati orang banyak.  Sikap ini dipilih Pilatus agar kelak mereka juga berpihak kepadanya. Pilatus tahu bahwa dukungan orang banyak sangatlah menentukan karir politiknya. Ia pun menyesah Yesus dan menyerahkan Dia untuk disalibkan. Baik Pilatus maupun imam-imam kepala membuat pilihan yang menguntungkan diri mereka, meski harus mengorbankan orang lain.

Bertolak-belakang dari sikap para pemimpin agama dan sikap Pilatus, Yesus justru tidak menggunakan kesempatan-Nya untuk membela diri. Yesus tahu bahwa selain melayani, Ia juga harus menyerahkan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang (Mar. 10:45). Yesus memilih untuk setia terhadap panggilan-Nya, meskipun harus menderita.

REFLEKSI
Pilihan manakah yang lebih sering Anda ambil: “mengorbankan orang lain demi keuntungan diri sendiri”, atau “mengorbankan diri sendiri demi kebaikan orang lain”?

TEKADKU
Ya Tuhan, tolonglah aku agar lebih rela berkorban bagi orang lain.

TINDAKANKU
Dalam seminggu ini aku akan beberapa kali mengambil sikap mengalah ketika harus memperbutkan hak dengan orang lain: dalam antrian, di jalan raya, dan sebagainya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«