suplemenGKI.com

PERTOLONGAN DALAM PERJALANAN MENYONGSONG KEMULIAAN

Ibrani 4: 14-16

 Keadaan dan tanggung jawab menyongsong hari perhentian sudah disampaikan oleh penulis surat Ibrani pada ayat-ayat sebelumnya. Kini penulis mengajak kita mengingat bahwa sikap menghadapi hari perhentian tidak dapat dilepaskan dari penghayatan akan  karya Kristus.

1.      Berbicara mengenai hidup mati, surga neraka, bagaimana sikap dan perasaan Anda ketika membayangkannya? Apakah semua orang akan memiliki sikap dan perasaan yang sama dengan Anda? Jika tidak, sebutkan beberapa perbedaan sikap dan perasaan yang bisa saja terjadi pada orang lain ketika membahas hal tersebut!

2.      Ayat 15: Apa yang penulis bicarakan mengenai Yesus? Ayat 14, 16: Setelah penulis berbicara tentang hari perhentian hidup manusia, apa pentingnya penulis membicarakan mengenai Yesus dan karyaNya?

3.      Ayat 14: Sebagai kesimpulan: (a) Bagaimana seharusnya orang Kristen memiliki sikap dan pandangan yang berbeda dalam menghadapi hari perhentiannya? (b) Dalam menjalani hidup sekarang ini, langkah apa yang harus diambil oleh orang Kristen bila gagal dalam perjuangan iman/ketaatannya?

 Renungan

Melanjutkan pembahasan kemarin, sekali lagi kita menyadari tidak semua orang suka membicarakan mengenai akhir hidupnya. Tentunya ini berkaitan dengan keyakinan yang dimiliki seseorang. Ada orang yang melihat kematian biasa saja, dan karena begitu biasa maka hidup pun dilewati dengan biasa saja tanpa suatu kesan dan perjuangan yang berarti. Yang lain melihat kematian sangat menakutkan sehingga melewati hidup dengan bayang-bayang kengerian bila kematian datang menjemput. Ada juga yang melihat kematian sebagai spekulasi surga dan neraka sebagai akhirnya, sehingga hidupnya tidak lepas dari usaha-usaha menyeimbangkan hidup, antara amal kebaikan dan juga kesalahan atau kekhilafan yang telah diperbuatnya. Penulis Ibrani bisa memahami bahwa perjuangan taat pada firman Tuhan itu tidak mudah, ada kalanya keadaan tersebut sangat sulit dan sebagian orang gagal. Kondisi seperti ini kadang membuat jemaat ragu dan takut menyongsong hari perhentian. Karena itu penulis mengingatkan kembali bahwa kita semua memiliki Yesus Kristus, yang telah memberi diriNya sebagai korban penebusan dosa dan dengan demikian Ia telah menjadi Imam Besar yang menjadi perantara kita diterima Allah. KaryaNya menjadi jaminan dan pengharapan bahwa tempat perhentian bersama Tuhan telah disiapkanNya bagi orang-orang berdosa yang percaya pada penebusanNya. Karena itu kita tidak perlu takut dengan semua kegagalan kita untuk taat, namun juga bukan berarti toleran dan kompromi dengan semua ketidaktaatan kita (sama seperti renungan kemarin sudah mengingatkan kita setiap orang yang rindu bersama Tuhan, kerinduan itu nyata mulai dari hidup yang sekarang).  Ketika kita gagal atau mengalami kesulitan dalam perjuangan iman, Kristus mengundang kita datang kepadaNya, memohon pertolongan dan kasih karuniaNya. Bukan justru berlari menjauh ketakutan, terpuruk meratapi kegagalan dan berhenti berharap. 

Hanya dengan melihat kepada Kristus, perjalanan menuju hari perhentian akan dipenuhi dengan pengharapan dan sukacita.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«