suplemenGKI.com

JUMAT, 23 JUNI 2017

22/06/2017

ROMA 6:1-4

HIDUP BAGI KRISTUS

 

Pengantar
Pernahkah kita bertanya pada diri kita: “Sudah berapa lamakah aku menjadi seorang Kristen? Sudah berapa lama aku menjadi pengikut Kristus? Dan apa saja yang sudah aku perbuat bagi DIA?”. Pertanyaan-pertanyaan itu sudah seharusnya berada di benak kita yang mengaku sebagai seorang Kristen dan pengikut Kristus. Mengapa? Karena pertanyaan-pertanyaan itu membantu kita mengevaluasi diri kita sekaligus mendorong untuk hidup sebagai seorang Kristen yang telah menerima anugerah keselamatan.

Pemahaman
Ayat 1-2     Benarkah orang yang telah diselamatkan bisa tetap hidup dalam dosa? Bagaimana pandangan Paulus mengenai hal itu?

Ayat 3-4    Bagaimanakah status kehidupan orang-orang yang telah diselamatkan itu?

Jemaat Kristen di Roma bukan jemaat yang didirikan oleh Paulus. Namun Paulus merasa perlu untuk tetap memberikan pemahaman yang benar tentang iman Kristen. Paulus harus menyelesaikan persoalan yang muncul di tubuh jemaat Kristen di kota Roma. Jemaat Kristen di kota Roma tengah berhadapan dengan orang-orang Kristen Yahudi yang masih berpegang pada Taurat dan memahami Taurat sebagai jalan keselamatan.

Paulus memberikan penjelasan mengenai pemahaman yang sedang berkembang di jemaat Kristen yang menyatakan bahwa makin banyak dosa yang diperbuat berarti semakin banyak kasih karunia yang Allah anugerahkan. Menurut Paulus pemahaman itu adalah pemahaman orang-orang yang masih hidup dibawah hukum Taurat. Bagi mereka yang telah menerima kasih karunia , mereka dituntut untuk tidak lagi hidup dalam dosa (ayat 2).

Selanjutnya Paulus menjelaskan bahwa baptisan merupakan momentum dimana setiap orang mati dan dibangkitkan bersama Kristus. Sehingga baptisan seharusnya dipandang sebagai tanda kehidupan baru yang Allah anugerahkan (ayat 4). Melalui baptisan, status sebagai manusia lama yang masih terikat dosa berubah menjadi manusia baru yang berada di bawah kasih karunia.

Sebagai orang-orang yang telah menerima kasih karunia dan telah diselamatkan seharusnya umat menyadari bahwa mereka tidak seharusnya hidup dalam dosa. Hidup baru seharusnya diisi dengan hal-hal yang positif dan berarti. Hidup seharusnya dipersembahkan bagi Kristus dan bukan bagi dunia.

Refleksi
Sudahkah hidup kita bermanfaat bagi sesama? Sudahkah hidup kita diisi dengan hal-hal yang berkenan dihadapan Allah?

Tekadku
Ya Allah mampukan kami untuk selalu bersyukur atas kasih karunia-Mu. Mampukan kami hidup berpadanan dengan firman-Mu

Tindakanku
Tekun dalam pembacaan dan perenungan firman Tuhan. Tekun bersaat teduh. Membangun relasi yang positif dalam persekutuan

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«