suplemenGKI.com

1Korintus 7:29-31

 

Memfokuskan Hidup Pada Tuhan Atau Pada Dunia (1)

 

Pengantar:
Dalam hidup ini selalu ada banyak pilihan. Sama halnya ketika kita hendak makan di sebuah restoran, di sana tersedia berbagai menu makanan yang semua sangat menggoda selera. Tetapi keputusannya terletak pada kita sendiri, apakah kita akan memilih semuanya atau memilih sesuai dengan selera, kebutuhan, kondisi dompet kita dan sebagainya. Dan yang lebih penting adalah apakah sesuai dengan hukum kesehatan. Karena jika salah memilih makanan maka mengganggu kesehatan tubuh kita. Begitu juga dengan kehidupan kerohanian kita, agar kesehatan rohani kita bisa bertumbuh dengan baik, maka kita harus memfokuskan hidup kita kepada Tuhan!

 

Pemahaman:

  1. Dalam konteks apakah Paulus berbicara tentang seolah-olah kita harus mengabaikan keluarga, kesenangan, kepemilikan (Lih. v. 29-31)
  2. Mengapa hal-2 bersifat duniawi bisa menghambat untuk fokus kepada Tuhan? (v. 31b)

Pernyataan Paulus dalam ayat 17-28, konteksnya bahwa setiap orang yang telah hidup dalam kasih karunia Tuhan atau diselamatkan, janganlah ia menjadi hamba manusia, itu adalah dalam koridor zaman akhir (v. 23) Manusia yang dimaksud Paulus adalah berbicara tentang hal duniawi yang seringkali membelenggu manusia, misalnya hal-hal yang berifat hawanafsu, ketamakan, pementingan diri sendiri, mengejar harta duniawi, posisi, kedudukan, pangkat seperti yang diburu oleh orang-orang yang tidak mengenal Tuhan. Paulus sama sekali tidak bermaksud, harus mengabaikan istri, keluarga, kepemilikan, tetapi Paulus mengingatkan manakala hidup ini terlalu difokuskan pada hal-hal lahiriah, kebutuhan-kebutuhan pisik maka itu berdampak bisa mengabaikan Tuhan, sedangkan waktu sudah semakin singkat/zaman akan berakhir.

Hal-hal duniawi, dikatakan oleh Paulus “Sebab dunia seperti yang kita kenal sekarang akan berlalu” Menegaskan, segala sesuatu yang bersifat duniawi (harta, kedudukan, posisi, jabatan dan sebagainya) semua itu fanaakan berlalu ketika zaman ini berakhir. Maka tidak akan memberikan keuntungan apalagi menolong apa-apa bagi kita. Sehingga Paulus sangat menegaskan bahwa baiklah fokus hidup ini harus diarahkan kepada Tuhan, namun bukan berarti tidak peduli dengan keluarga, pekerjaan, harta benda dan sebagainya, hanya itu semua bukan yang utama, yang utama adalah Tuhan Yesus Kristus. Kepada siapa/apa anda fokuskan hidup sekarang, kepada Tuhan atau dunia? Baiklah kita mulai fokus pada Tuhan.

 

Refleksi:
Renungkan sejenak, mungkin kita merasa sudah beribadah, melayani dan berbuat baik pada sesama. Tetapi apakah itu semua difokuskan untuk memuliakan dan menyenangkan Tuhan?

 

Tekad:
Tuhan, aku mohon ampun jika selama ini fokus hidupku belum diutamakan kepada-Mu, melainkan terlalu banyak untuk kepentingan manusiawiku. Tolong aku untuk fokus padaMu.

 

Tindakan:
Mulai saat ini aku harus mengubah kefokusan hidupku, bukan lagi untuk duniawi, melainkan untuk Tuhan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«