suplemenGKI.com

Bacaan : Ibrani 12: 1-7

HIDUP YANG DILOMBAKAN

PENGANTAR
Pada pasal sebelumnya penulis surat Ibrani sudah memperingatkan pembacanya bahwa hidup orang Kristen bukanlah hidup yang mudah. Kehidupan orang Kristen sangat mirip dengan perlombaan lari maraton yang membutuhkan bukan hanya stamina yang tinggi, tetapi juga tekad yang kuat! Disamping itu perlu pula memperhatikan beberapa “rambu” yang memang diperlihatkan untuk kita patuhi, agar supaya kita sampai di garis finish!

PEMAHAMAN
Ayat 1:     a.   Apakah bagi kita perlombaan ini sifatnya pilihan: boleh ikut atau
                          boleh tidak ikut?
                    b.  Bagaimanakah cara kita memulai lomba tersebut dengan benar?

Ayat 2:     a. Apakah cara berikutnya yang jelas diperlihatkan oleh ayat              
                      ini?            
                   b. Mengapa kita harus melakukan hal tersebut (yang ada di poin a)?

Rambu pertama dan yang terutama—menurut ayat 1 dari pasal 12 ini, adalah perlombaan itu diwajibkan bagi kita semua. Kita yang mengaku percaya dan telah menjadi ciptaan baru di dalam Kristus, wajib hukumnya mengikuti perlombaan ini. Kita semua orang percaya adalah pemain di dalam stadion yang dipenuhi “penonton” yang di ayat-ayat sebelumnya dijelaskan oleh penulis surat ini. Mereka semua adalah para pahlawan iman yang sudah menempuh garis finish mereka masing-masing.

Rambu kedua adalah menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu meringtangi kita. Tidak pernah kita jumpai seorang atlet lomba lari apapun yang berlari sembari membawa ransel yang berisi penuh barang dipunggungnya. Jika yang berlari dengan membawa ransel semacam itu plus senapan di tangan, jelas bukanlah atlet lari melainkan tentara.  Mau lari kencang dan tanpa hambatan, maka buanglah  semua beban.

Rambu ketiga yang sangat penting dijelaskan oleh ayat ke 2 adalah mata yang tertuju kepada Yesus! Setiap orang Kristen harus memiliki tujuan. Mengarahkan kepada tujuan yang ingin dicapai sesungguhnya  dapat merupakan sumber kekuatan untuk terus melangkah ke arah tujuan tersebut. Dan tujuan setiap orang Kristen adalah Kristus!

Mengapa Kristus harus menjadi tujuan hidup kita? Di ayat 2 hal itu dipaparkan dengan jelas. Ada 2 hal yang mendasar yaitu: pertama Dialah yang memimpin kita di dalam iman dan membawa iman kita kepada kesempurnaan; sementara yang kedua adalah teladan yang Dia berikan kepada kita! Mengabaikan kehinaan dan dengan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia!

Sekarang semua terserah kepada kita apakah mau terus meneruskan pertandingan atau dengan cepat menyerah di tengah lintasan. Sebelum menyerah mungkin sebaiknya kita mencermati seorang atlet yang bernama Jhon Stephan Akwari, yang berlaga pada Olimpiade Meksiko di tahun 1968. Karena terluka dalam perjalanan, dia tertatih-tatih  memasuki stadion dengan kaki berdarah dan dibalut! Ketika dia ditanya mengapa dia terus berlari walaupun kakinya cedera, Akwari menjawab,” Negara saya tidak mengirim saya ke Meksiko hanya untuk memulai perlombaan.  Mereka mengirim saya ke sini untuk MENYELESAIKAN pertandingan.”

REFLEKSI
Ambillah waktu sejenak dan biarkanlah momen ini memberi kesempatan yang bening kepada Anda untuk menghadap hadirat-Nya yang kudus.  Hanya ada Anda dan Allah. Sampaikan segala hal yang membuat Anda begitu berat dan sering memaksa Anda ingin cepat menyerah!

TEKADKU
Tuhan aku tahu Engkau pernah mengalami pergumulan di Taman Getsemani, maka kuatkanlah diriku di tengah segala pergumulan hidupku ini.

TINDAKANKU
Mulai hari ini saya akan berjuang dalam perlombaan iman.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«