suplemenGKI.com

HIDUP YANG BERBUAH

Filipi 1:18-26

 

PENGANTAR
Pohon apapun, jika memang seharusnya berbuah maka buahnya pasti sangat dinantikan.  Jika tidak menghasilkan buah, sang pemilik pohon pasti mencari cara agar pohon itu bisa berbuah.  Entah itu diberi pupuk atau dibersihkan ranting-rantingnya.  Jika tidak juga menghasilkan buah, maka sang pemilik pohon akan berpikir menebang pohon itu.  Bisa jadi akan diganti dengan pohon yang baru, yg diharapkan bisa menghasilkan buah.  Rasul Paulus menasihati dan memberi teladan untuk memberi buah dalam keadaan apapun.  Mari belajar agar diri sendiri dan keluarga kita menghasilkan buah bagi sesama.

PEMAHAMAN

  • Ayat 18-20      : Apa keyakinan Paulus saat menghadapi penderitaan?
  • Ayat 21-22      : Tekad hidup seperti apakah yang rasul Paulus tegaskan?
  • Ayat 23-26      : Dalam keadaan yang sulit, rasul Paulus tetap memiliki tekad dan ajakan yang kuat.  Apa makna ajakan itu?
  • Tekad hidup seperti apakah yang saudara persembahkan kepada Tuhan?

Paulus tetap bersemangat di tengah penderitaannya, bahkan saat berada dalam penjara.  Bukankah ada kemungkinan ia akan dieksekusi oleh karena imannya?  Dalam keadaan seperti itu, dia percaya kesudahan semua penderitaan dan penjara itu adalah keselamatan dalam Kristus.  Entah keselamatan dalam arti dibebaskan dari pemenjaraan fisik atau keselamatan surgawi (ay.19).  Bagi rasul Paulus,  hidupnya adalah pemberian dan milik Kristus; untuk Dia, hidup atau mati, Dia persembahkan kepada-Nya.

Justru yang Paulus pikirkan adalah bagaimana hidupnya tetap dapat memuliakan-Nya, dalam keadaan apapun, saat berada di dalam penjara bahkan sampai pada saat kematiannya (ay.20).  Bagi Paulus persoalannya bukan mati atau hidup, asalkan kedua-duanya memuliakan Tuhan.  Di satu sisi memang kematian akan menyelesaikan perkara penderitaan dan kesusahan di dunia ini.  Kematian berarti permulaan menikmati secara penuh persekutuan keselamatan yang telah Kristus kerjakan (ay. 23).  Namun, di sisi lainnya Paulus melihat kebutuhan dan sekaligus panggilan Tuhan untuk tetap berkarya di dalam dunia, khususnya bagi jemaat Filipi.  Oleh sebab itu, Paulus bertekad kuat untuk taat pada kehendak Allah yaitu hidup menghasilkan buah selagi tinggal di dalam dunia ini (ay.22, 24-25).  Itulah tekad Paulus, yang seharusnya juga menjadi tekad kita bersama keluarga.

REFLEKSI
Mari merenungkan: Bagi Paulus, selama ia hidup itu kesempatan baginya memberi buah, menjadi berkat bagi orang-orang yang Tuhan pertemukan.  Selagi ia hidup berarti bekerja menghasilkan buah untuk kemuliaan-Nya.  Dan jika tiba waktunya kematian menjemput, Paulus tahu ia akan bersama-Nya di sorga mulia.  Bagaimana diri kita dan keluarga kita?

TEKADKU
Tuhan tolonglah aku agar mampu memberi buah bagi kemuliaan-Mu selagi kesempatan itu Engkau berikan.

TINDAKANKU
Aku mau menghasilkan buah-buah yang baik, yang aku mulai dalam keluarga, agar aku dan keluargaku menjadi berkat bagi sesama.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*