suplemenGKI.com

Yeremia 31:1-9

KASIH YANG KEKAL DI MASA SUKAR

PENGANTAR
Apa yang paling kita butuhkan ketika menghadapi masa-masa sukar? Mungkin, sebagian besar dari kita akan menjawab: solusi atau jalan keluar. Pada kenyataannya, Allah tidak langsung menyediakan solusi atau jalan keluar agar kita segera terbebas dari masa sukar. Namun, Allah menyediakan yang lebih baik dari sekadar solusi atau jalan keluar. Ia memberikan kasih-Nya yang kekal untuk menopang kita menghadapi masa-masa sukar, dan akan memberikan pemulihan pada waktu-Nya. Dengan demikian, kita dapat belajar dari masa-masa sukar yang kita alami, sekaligus juga semakin mengenal Dia yang mengasihi kita.

PEMAHAMAN
Nubuatan dalam bacaan ini disampaikan ketika kekalahan kerajaan Yehuda dari kerajaan Babel sudah di depan mata.  Mereka akan ditaklukkan dan hidup dalam pembuangan.  Namun, itu semua bukan akhir dari kehidupan umat Tuhan.  Tuhan menjanjikan pemulihan bagi umat-Nya.

  • Ayat 1-6.    Apa dasar dari pemulihan yang dijanjikan Allah kepada umat-Nya?  Apa yang diungkapkan mengenai kasih Allah tersebut? (ay. 1-3). Dalam bidang apa saja mereka akan mengalami pemulihan? (ay. 4-6).
  • Ayat 7-9.    Perhatikan ayat 7-8.  Siapa saja orang-orang yang akan menikmati pemulihan ini?  Apa kesimpulan Anda? Perhatikan juga ayat 9. Kalimat mana yang menunjukkan kesempurnaan pemulihan yang Tuhan kerjakan? Catatan: Efraim adalah salah satu suku Israel yang pada waktu itu meninggalkan Tuhan (Hos 4:17, 5:3; 9:8)

Umat Tuhan harus menghadapi masa-masa yang sukar: kalah dalam peperangan dan hidup dalam pembuangan. Namun, Tuhan mengasihi mereka dengan kasih yang kekal. Tuhan meyakinkan umat-Nya bahwa Dia akan memulihkan mereka. Di antara mereka akan ada yang “selamat dari pedang” dan akan mengalami pemulihan dalam berbagai bidang: kehidupan yang penuh sukacita (ay. 4), kedamaian dan kemakmuran (ay. 5), dan hubungan yang akrab dengan Tuhan (ay. 6).

Yeremia mengajak mereka menyambut janji pemulihan yang akan diberikan Tuhan itu dengan penuh sukacita (ay. 7).  Tidak seorang pun terlalu jauh dari jangkauan kasih Tuhan. Tuhan akan mengumpulkan kembali umat-Nya, meskipun mereka berada jauh di utara atau bahkan di ujung bumi. Juga, tidak akan ada yang terlewatkan dari kepedulian kasih-Nya. Tuhan akan memulihkan mereka yang buta dan lumpuh, juga mereka yang sedang mengandung atau sedang melahirkan (ay. 8).  Tuhan akan mengganti tangisan mereka dengan kegembiraan, dan memberikan kepada mereka kehidupan yang aman dan tenteram (ay. 9a).  Tuhan menjamin janji-Nya dengan menempatkan diri-Nya sebagai “Bapa” Israel (ay. 9b, band. Ul. 32:6), dengan Efraim (menekankan suku-suku Israel Utara) sebagai anak sulung-Nya. Yeremia menggunakan gambaran hubungan ayah/anak untuk menunjukkan kasih Allah yang tidak berkesudahan bagi umat-Nya.

REFLEKSI
Ketika kita berada dalam situasi yang sukar, Allah tidak selalu memberikan solusi atau jalan keluar yang kita harapkan. Namun, Ia akan selalu menopang kita dengan kasih-Nya yang kekal.

TEKADKU
Tuhan, berikanlah aku ketabahan untuk menghadapi masa-masa sukar. Mampukanlah aku melihat kasih-Mu yang kekal, yang senantiasa menopang aku.

TINDAKANKU
Hari ini aku akan berdoa bagi beberapa orang yang aku kenal, yang sedang mengalami masa-masa yang sukar dalam kehidupan mereka.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«